Indeks Kospi Terjun 4,86 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, terjun 81,24 poin, atau sekitar 4,86 persen, pada Rabu (18/3/2020), menjadi 1.591,20 yang merupakan angka penutupan terendah sejak 26 Mei 2010. Angka indeks terus melemah enam sesi terakhir.

Volume perdagangan mencapai 714 juta saham senilai 9,36 triliun won atau sekitar US$7,51 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 790 berbanding 92.

Setelah sempat menguat 1 persen di awal perdagangan dipicu rebound yang berlangsung di Wall Street, indeks Kospi kemudian anjlok seiring aksi jual yang dilakukan investor asing.

Investor asing melakukan penjualan saham untuk sesi ke-10 beruntun, melepas saham senilai 585 miliar won hari ini. Investor ritel membeli saham senilai 910 miliar won, sedangkan investor institusi menjual saham senilai 431 miliar won.

“Pandemi virus Corona (COVID-19) harus dapat dikendalikan terlebih dahulu sebelum pasar saham mengalami stabilitas,” jelas Lee Kyung-Min, analis Daishin Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Secara global, kasus penyebaran COVID-19 mencapai 198.742 kasus, termasuk 8.413 kasus di Korea Selatan. Total jumlah korban meninggal dunia mencapai 7.989 orang, sebagian besar di Tiongkok.

Sebanyak 2.503 korban meninggal di Italia, 988 korban meninggal di Iran, 533 korban meninggal di Spanyol, 175 korban meninggal di Perancis, 116 korban meninggal di Amerika Serikat, 84 korban meninggal di Korea Selatan, 71 korban meninggal di Inggris, 43 korban meninggal di Belanda, 29 korban meninggal di Jepang, 27 korban meninggal di Swiss, 26 korban meninggal di Jerman.

Korban meninggal di Filipina mencapai 14 orang, di San Marino dan Irak masing-masing 11 orang, di Belgia 10 orang, di Swedia dan Kanada masing-masing delapan orang, di Indonesia dan kapal pesiar Diamond Princess masing-masing tujuh orang, di Australia dan Mesir enam orang, di Yunani, Polandia, dan Aljazair masing-masing lima orang, di Austria, Denmark, Hong Kong, dan Lebanon masing-masing empat orang.

Di Norwegia dan India masing-masing tiga orang, di Malaysia, Irlandia, Ekuador, Argentina, Bulgaria, Maroko, dan Ukraina masing-masing dua orang, di Portugal, Turki, Brasil, Slovenia, Bahrain, Thailand, Luksemburg, Panama, Taiwan, Albania, Hongaria, Azerbaijan, Republik Dominika, Martinik, Guatemala, Guyana, Kepulauan Cayman, dan Sudan masing-masing satu orang.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics anjlok 3,59 persen, saham SK Hynix dan Samsung SDI masing-masing terjun bebas 9,08 persen dan 9,96 persen.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan Hyundai Mobis masing-masing tergelincir 8,24 persen dan 7,54 persen. Saham Kia Motors melemah 0,2 persen.

Saham perusahaan galangan kapal Samsung Heavy Industries dan Korea Shipbuilding & Offshore Engineering masing-masing terjun 7,3 persen dan 8,52 persen. Saham perusahaan operator portal online Naver merosot 3,31 persen, sedangkan saham Kakao turun 4,41 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 2,20 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.245,70 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,3 persen. 

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia terjun 340,20 poin, atau sekitar 6,43 persen, menjadi 4.953,20. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Thailand, Malaysia, dan Vietnam menguat, sedangkan Bursa Indonesia melemah. Bursa Filipina tutup sehubungan berlangsungnya lockdown di negara tersebut dalam upaya menghambat penyebaran COVID-19.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, anjlok 50,88 poin, atau sekitar 1,83 persen, menjadi 2.728,76. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong terjun 971,91 poin, atau sekitar 4,18 persen, menjadi 22.291,82.