Wall Street Semakin Terpuruk, Dow Jones Terjun 9,99 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street semakin terpuruk pada Kamis (12/3/2020) terpengaruh kekhawatiran penyebaran virus Corona (COVID-19).

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, terjun 2.352,60 poin, atau sekitar 9,99 persen, menjadi 21.200,62. Indeks S&P 500 anjlok 260,74 poin, atau sekitar 9,51 persen, menjadi 2.480,64. Indeks komposit Nasdaq merosot 750,25 poin, atau sekitar 9,43 persen, menjadi 7.201,80.

Indeks Dow Jones mengalami penurunan harian tertajam sejak Oktober 1987, ketika terjadinya Black Monday.

Seluruh 11 sektor utama S&P 500 berakhir di teritori negatif. Indeks sektor energi terjun bebas 12,3 persen dipicu anjloknya harga minyak dunia.

Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan pelarangan perjalanan dari Eropa ke AS dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19 usai World Health Organization (WHO) menyatakan wabah virus tersebut sebagai sebuah pandemik.

Secara global, kasus penyebaran COVID-19 mencapai 134.520 kasus, termasuk 1.679 kasus di AS. Total jumlah korban meninggal dunia mencapai 4.970 orang, sebagian besar di Tiongkok.

Sebanyak 1.016 korban meninggal di Italia, 429 korban meninggal di Iran, 86 korban meninggal di Spanyol, 66 korban meninggal di Korea Selatan, 61 korban meninggal di Perancis, 40 korban meninggal di AS, 19 korban meninggal di Jepang, 10 korban meninggal di Inggris, delapan korban meninggal di Irak, tujuh korban meninggal di Swiss dan kapal pesiar Diamond Princess.

Enam korban meninggal di Jerman, lima korban meninggal di Belanda dan San Marino, tiga korban meninggal di Belgia, Lebanon, Australia dan Hong Kong, dua korban meninggal di Mesir, Aljazair, dan Filipina, serta satu korban meninggal di Yunani, Norwegia, Swedia, Irlandia, Polandia, Albania, Bulgaria, Azerbaijan, Indonesia, Panama, Guyana, Maroko, Mesir, Kanada, Argentina, Thailand, dan Taiwan.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman April 2020 turun 0,3 persen menjadi US$1.637,20 per ons. Indeks dolar AS naik 0,9 persen menjadi 97,455.

Bursa saham Eropa terpuruk pada Kamis dipicu pelarangan perjalanan dari Eropa ke AS. Indeks STOXX 600 terjun bebas 10 persen, penurunan harian tertajam sepanjang sejarah.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, merosot 639,04 poin, atau sekitar 10,87 persen, menjadi 5.237,48. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, anjlok 1.277,55 poin, atau sekitar 12,24 persen, menjadi 9.161,13.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, terjun 1.045,50 poin, atau sekitar 14,06 persen, menjadi 6.390,90. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, melorot 565,98 poin, atau sekitar 12,28 persen, menjadi 4.044,26.

Nilai tukar pound sterling melemah 1,8 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,2584 per pound, nilai tukar terendah sejak Oktober tahun lalu. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1220 euro per pound yang juga merupakan nilai tukar terendah sejak Oktober 2019.