Wall Street Kembali Terpuruk

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street kembali terpuruk pada Senin (9/3/2020) dipicu kekhawatiran penyebaran virus Corona (COVID-19) dan anjloknya harga minyak dunia.

Ketiga indeks utama di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, mengalami penurunan tajam di awal perdagangan saham sehingga trading sempat dihentikan selama 15 menit sebelum kembali berlangsung.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average terjun 2.013,76 poin, atau sekitar 7,79 persen, menjadi 23.851,02. Indeks S&P 500 anjlok 225,81 poin, atau sekitar 7,60 persen, menjadi 2.746,56. Indeks komposit Nasdaq merosot 624,94 poin, atau sekitar 7,29 persen, menjadi 7.950,68.

Indeks volatilitas CBOE yang merupakan indikator tingkat kekhawatiran di pasar saham mencapai tingkat tertinggi sejak Desember 2008. Imbal hasil obligasi 10 tahun AS turun ke angka 0,318 persen yang merupakan rekor level terendah.

Seluruh 11 sektor utama S&P 500 berakhir di teritori negatif, dipimpin sektor energi dan keuangan.

Saham perusahaan manufaktur pesawat terbang Boeing terjun bebas 13,4 persen setelah Federal Aviation Administration (FAA) menolak rencana perubahan sistem pengabelan di 737 MAX. Saham perusahaan teknologi Apple anjlok 7,9 persen usai mencatatkan penjualan iPhone lebih rendah dari 500.000 unit di Tiongkok pada Februari sebagai dampak penyebaran COVID-19.

Secara global, kasus penyebaran COVID-19 mencapai 114.231 kasus, termasuk 624 kasus di AS. Total jumlah korban meninggal dunia mencapai 4.005 orang, terbanyak di Tiongkok.

Sebanyak 463 korban meninggal di Italia, 237 korban meninggal di Iran, 53 korban meninggal di Korea Selatan, 30 korban meninggal di Perancis dan Spanyol, 22 korban meninggal di AS, sembilan korban meninggal di Jepang, tujuh korban meninggal di Irak dan kapal pesiar Diamond Princess, lima korban meninggal di Inggris, empat korban meninggal di Belanda.

Tiga korban meninggal di Australia dan Hong Kong, dua korban meninggal di Swiss dan San Marino, serta satu korban meninggal di Kanada, Mesir, Argentina, Thailand, Taiwan, dan Filipina.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman April 2020 naik 0,2 persen menjadi US$1.675,70 per ons. Indeks dolar AS turun 0,4 persen.

Bursa saham Eropa terpuruk pada Senin, dengan indeks STOXX 600 Eropa terjun 7,4 persen, setelah harga minyak dunia anjlok dan terjadinya isolasi terhadap 16 juta orang di bagian utara Italia dalam upaya menghambat penyebaran COVID-19.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, 496,78 poin, atau sekitar 7,69 persen, menjadi 5.965,77. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, terjun 916,85 poin, atau sekitar 7,94 persen, menjadi 10.625,02.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, tergelincir 666,90 poin, atau sekitar 7,96 persen, menjadi 7.708,70. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, turun 431,19 poin, atau sekitar 8,39 persen, menjadi 4.707,91.

Nilai tukar pound sterling menguat 0,8 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3149 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,3 persen menjadi 1,1522 euro per pound.