Indeks Kospi Turun 0,72 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 15,98 poin, atau sekitar 0,72 persen, pada Jumat (7/2/2020), menjadi 2.211,96. Volume perdagangan moderat mencapai 767 juta saham senilai 6,93 triliun won atau sekitar US$5,8 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 490 berbanding 336.

Angka indeks turun seiring aksi ambil untung yang dilakukan para investor memanfaatkan lonjakan harga saham yang terjadi dalam tiga sesi beruntun sebelumnya.

“Indeks Kospi sebelumnya mengalami peningkatan yang signifikan berkat rencana pemerintah Tiongkok untuk memangkas tarif terhadap produk impor dari Amerika Serikat dan memberikan pinjaman dengan bunga rendah untuk membantu bisnis yang terdampak penyebaran virus Corona. Hari ini para investor melakukan aksi ambil untung,” jelas Ha In-Hwan, analis Meritz Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Jumlah korban meninggal dunia akibat virus Corona mencapai 638 orang, termasuk satu korban meninggal di Hong Kong dan Filipina, dengan total jumlah kasus penularan mencapai 29.274 kasus.

Investor institusi menjual saham senilai 465 miliar won, melampaui pembelian saham senilai 424 miliar won yang dilakukan investor ritel.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing anjlok 1,2 persen. Saham perusahaan baja POSCO turun 0,5 persen, sedangkan saham maskapai penerbangan Korean Air Lines melemah 0,4 persen.

Saham perusahaan kimia LG Chem melonjak 1,2 persen. Saham perusahaan utilitas Korea Electric Power dan perusahaan tembakau KT&G masing-masing naik 0,2 persen dan 0,9 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 6,70 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.185,50 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,7 persen.

Indeks S&P/ASX di Bursa Australia turun 26,60 poin, atau sekitar 0,38 persen, menjadi 7.022,60. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Thailand, Filipina, dan Malaysia melemah, sedangkan Bursa Vietnam dan Indonesia menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 9,45 poin, atau sekitar 0,33 persen, menjadi 2.875,96. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong turun 89,43 poin, atau sekitar 0,33 persen, menjadi 27.404,27.