Masih Impor Bawang Putih Dari China, Menko Perekonomian : Bawang Bukan Virus

Foto : istimewa

Pasardana.id - Pemerintah menyatakan belum menghentikan impor bawang putih dari Tiongkok.

Pasalnya, komoditas pangan tersebut belum terkonfirmasi sebagai medium penularan virus korona.

Menurut Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, virus corona tak bisa ditularkan lewat benda mati seperti bawang.

Sebab, kasus penularan virus corona 2019 nCoV tercatat masih dari manusia ke manusia.
"Yang bilang stop siapa? Penularan virus itu dari manusia bukan dari barang. Bawang bukan virus," kata Airlangga ditemui di di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (4/2/2020).

Lebih lanjut Airlangga mengatakan, pemerintah tidak memberlakukan kebijakan tersebut pada impor holtikultura, karena itu bawang putih dan buah-buahan akan tetap berjalan.

“Karena barang itu tidak terkait dengan penularan makan perdagangan akan terus berlanjut dan itu termasuk holtikultura seperti bawang putih dan buah-buahan,” ucap Ketua Umum Golkar tersebut.

Ditambahkan, pihaknya belum mengkaji lebih jauh dampak penyebaran korona terhadap perekonomian Indonesia. Saat ini, sebanyak 26 negara tercatat sudah terjangkit wabah yang berasal dari Wuhan, Tiongkok tersebut.

"Kita kaji dulu karena masih terlalu pagi," tegasnya. 

Sementara itu, Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto menyebutkan, selain bawang putih, Indonesia juga mengimpor sejumlah komoditas hortikultura dari China, seperti bawang bombai dan buah-buahan.

"Yang paling besar memang bawang putih, bawang bombai dan juga beberapa buah-buahan, seperti pear, apel, jeruk, tetapi tidak banyak," ujarnya. 

Meski begitu, lanjut dia, dengan ditetapkannya status darurat global terhadap merebaknya virus corona baru CoV/2019-nCoV, pemerintah akan berhati-hati terhadap produk hortikultura yang di impor dari negeri tirai bambu tersebut.