Indeks Kospi Merosot 1,05 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, merosot 21,88 poin, atau sekitar 1,05 persen, pada Kamis (27/2/2020), menjadi 2.054,89 yang merupakan angka penutupan terendah sejak 11 Oktober 2019.

Volume perdagangan moderat mencapai 551 juta saham senilai 7 triliun won atau sekitar US$5,75 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 721 berbanding 138.

Angka indeks merosot seiring terus bertambahnya jumlah kasus penyebaran virus Corona (COVID-19) di Korea Selatan. Terjadi 334 kasus penyebaran baru sehingga total kasus penyebaran COVID-19 di Negeri Ginseng mencapai 1.595 kasus. Sebanyak 13 pasien kasus COVID-19 meninggal dunia, sedangkan 24 pasien telah pulih.

Selain bertambahnya jumlah kasus penyebaran COVID-19, indeks Kospi juga terpengaruh keputusan bank sentral Korea Selatan untuk mempertahankan suku bunga. Bank sentral Korea Selatan menurunkan perkiraan pertumbuhan negara tersebut menjadi 2,1 persen dari sebelumnya 2,3 persen.

“Penyebaran COVID-19 ke Amerika Selatan dan Timur Tengah serta Wall Street yang berakhir mixed juga berpengaruh terhadap pasar saham Korea Selatan,” kata Seo Sang-Young, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing menjual saham senilai 407 miliar won, sedangkan investor institusi dan ritel masing-masing membeli saham senilai 7 miliar won dan 348 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing anjlok 1,06 persen dan 1,9 persen. Saham LG Electronics terjun 1,42 persen.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor, Hyundai Mobis, dan Kia Motors masing-masing melemah 1,22 persen, 0,45 persen, dan 1,18 persen. Saham perusahaan operator portal internet Naver terjun 2,67 persen, sedangkan saham Kakao tergelincir 2,99 persen.

Saham Hanjin KAL, perusahaan holding Hanjin Group yang memiliki maskapai penerbangan Korean Air Lines dan Jin Air, meroket 8,33 persen meski terjadi perselisihan antara anggota keluarga pengendali manajemen perusahaan.

Saham perusahaan asuransi Samsung Life Insurance naik 0,16 persen, sedangkan saham Samsung Fire & Marine Insurance meningkat 1 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 0,30 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.217,20 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,5 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 50,20 poin, atau sekitar 0,75 persen, menjadi 6.657,90. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Thailand, Indonesia, dan Vietnam melemah, sedangkan Bursa Filipina dan Malaysia menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 3,40 poin, atau sekitar 0,11 persen, menjadi 2.991,33. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong naik 140,05 poin, atau sekitar 0,52 persen, menjadi 26.836,54.