ANALIS MARKET (21/2/2020) : BI Memangkas Suku Bunga Acuan Berpotensi Jadi Katalis Pergerakan Indeks Hari Ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian NH Korindo Sekuritas menyebutkan, kemarin (20/2), Investor asing mencatatkan net foreign sell Rp105 miliar.

Di sisi lain, ekspor komoditas batubara diprediksi akan tertekan kewajiban penggunaan kapal nasional yang termuat pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 82 Tahun 2017.

Namun, saham-saham pertambangan batubara sampai saat ini masih menguat, yakni PTBA (+3,75%) dan ADRO (+3,45%).

Selain itu, pelaku pasar melakukan aksi profit taking senilai Rp363 miliar atas BBCA (- 1,49%).

Sepanjang 2019, BBCA berhasil membukukan pertumbuhan CASA mencapai 9,9% atau Rp532 miliar di tengah konsumsi domestik yang moderat dan ketidakpastian global yang masih berlanjut.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah tipis 0,40% ke level 13.750.

Di sisi lain, Dow Jones ditutup melemah 0,44% ke level 29.219. Penurunan ini dipicu kegelisahan pelaku pasar terkait wabah virus corona yang mulai meluas dan menyebar di kota Daegu, Korea Selatan.

Di sisi domestik, BI memutuskan untuk menurunkan BI 7-DRRR sebesar 25 bps menjadi 4,75%.

Hal yang mendasari keputusan ini adalah sebagai pre-emptive untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah tertahannya prospek pemulihan ekonomi global.

“Beragam kondisi tersebut diatas, berpotensi jadi katalis pergerakan indeks hari ini,” sebut analis NH Korindo Sekuritas dalam riset yang dirilis Jumat (21/2/2020).