Indeks Kospi Berakhir Datar

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, berakhir datar pada Rabu (19/2/2020). Angka indeks hanya bergerak naik 1,46 poin menjadi 2.210,34.

Volume perdagangan moderat mencapai 581 juta saham senilai 6,9 triliun won atau sekitar US$5,8 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 537 berbanding 305.

Menurut Ha In-Hwan, analis Meritz Securities, angka indeks sempat menguat di awal sesi perdagangan saham setelah Presiden AS Donald Trump menolak ide penetapan regulasi perdagangan yang lebih ketat terhadap Tiongkok.

“Namun indeks Kospi kemudian merosot sehingga berakhir datar dipicu kabar meningkatnya jumlah kasus penularan virus Corona di Korea Selatan,” kata Ha seperti dikutip Yonhap News.

Jumlah warga Korea Selatan yang tertular virus Corona (COVID-19) bertambah 15 orang hari ini, mencapai total 46 orang.

Jumlah korban meninggal dunia akibat serangan virus Corona di seluruh dunia telah mencapai 2.009 orang, termasuk satu korban meninggal di Hong Kong, Filipina, Jepang, Perancis, dan Taiwan, dengan total jumlah kasus penularan mencapai 75.213 kasus.

Investor asing dan institusi masing-masing menjual saham senilai 220 miliar won dan 19 miliar won, sedangkan investor ritel membeli saham senilai 167 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing meningkat 0,67 persen dan 1,47 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan Kia Motors sebaliknya masing-masing melemah 0,75 persen dan 0,12 persen.

Saham perusahaan kimia LG Chem terjun 3,35 persen, sedangkan saham Celltrion anjlok 1,63 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar Amerika Serikat, naik 0,2 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.189,3 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,4 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 30,90 poin, atau sekitar 0,43 persen, menjadi 7.144,60. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Thailand, Filipina, Indonesia, dan Vietnam menguat, sedangkan Bursa Malaysia melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 9,57 poin, atau sekitar 0,32 persen, menjadi 2.975,40. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong naik 125,61 poin, atau sekitar 0,46 persen, menjadi 27.655,81.