ANALIS MARKET (19/2/2020) : Utang Luar Negeri BUMN yang Meningkat Berpotensi Jadi Sentimen Negatif Pergerakan Indeks Hari Ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian NH Korindo Sekuritas menyebutkan, kemarin (18/2), JCI masih merana karena investor asing mencatatkan net sell senilai Rp260 miliar dengan saham sektor perbankan membukukan net sell asing terbesar senilai Rp262 miliar.

Di sisi komoditas, harga emas global menguat senada dengan penguatan 2,47% pada saham MDKA yang ditopang oleh transaksi net buy senilai Rp10,3 miliar.

Harga emas Comex kontrak April 2020 meningkat 4,90 poin atau 0,31% ke level USD1.591,30 per troy ons.

Tak hanya emas, saham-saham emiten pakan pun menguat, yakni JPFA (+2,6%), MAIN (+2,3%), dan CPIN (+1,5%) yang didukung Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 7 Tahun 2020 tentang Harga Acuan Bahan Pangan Pokok.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terdepresiasi 0,25% ke level 13.694.

Di sisi lain, Dow Jones ditutup melemah 0,56% ke level 29,232 karena saham Apple Inc. menurun 1,83% yang dipicu pernyataan perusahaan atas dampak virus corona yang memangkas target penjualan 1Q20.

Di sisi domestik, BI mencatat Utang Luar Negeri (ULN) BUMN pada akhir 2019 meningkat 16,1% y-y dari ULN 2018 lantaran pendanaan proyek pembangunan infrastruktur pemerintah.

“Beragam kondisi tersebut diatas, berpotensi jadi katalis pergerakan indeks hari ini,” sebut analis NH Korindo Sekuritas dalam riset yang dirilis Rabu (19/2/2020).