Penundaan Pencatatan NARA Berdampak Negatif Bagi Calon Emiten

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Pelaku pasar menunggu keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait pencatatan saham perdana PT Nara Hotel Internasional Tbk (NARA).

Pasalnya, polemik tertundanya pencatatan NARA dinilai oleh sebagian pihak bisa berdampak buruk bagi iklim investasi dan pasar modal Indonesia.

Sebagian kalangan menilai, jika NARA benar-benar gagal melantai di Bursa, mungkin akan memiliki dampak sistemik karena banyak pihak yang secara fundamental jadi dirugikan.

"Semoga OJK tidak keliru ambil keputusan. tidak hanya investor pooling, tapi juga investor penjatahan pasti. OJK juga perlu mempertimbangkan pandangan publik baik Investor maupun calon emiten. Jangan-jangan nanti kedepannya, calon emiten lain gak berani IPO, karena takut menjadi Nara-Nara lainnya, nanti Investor juga gak berani investasi, karena tidak ada kepastian hukum dari OJK," ujar trader yang tidak ingin disebutkan namanya kepada Pasardana.id, di Jakarta, Kamis (13/2/2020)

Ditambahkan, jika dalam hal polemik NARA ini, calon emiten tentu sudah menempuh proses bisnis yang panjang untuk mempersiapkan go public. Sehingga, jelas dia, hal tersebut (jika batal IPO) dapat merugikan banyak pihak terkait industri atau supply chain si calon emiten.

Dia berharap, keputusan yang diambil OJK berdasarkan pertimbangan perlindungan bagi semua pihak, baik emiten maupun investor. 

"Sebagai regulator, OJK harus berada di posisinya yang bersifat netral dan mendukung iklim investasi di Indonesia. jangan sampai mengakibatkan kerugian moral dan material kepada si calon emiten, hanya karena oknum-oknum yang ingin menggagalkan IPO," tambah sang trader.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih menelaah lebih lanjut mengenai kasus dalam proses penawaran umum perdana PT. Nara Hotel Internasional, Tbk.