Djasa Ubersakti Tbk Resmi Melantai di BEI

foto : istimewa

Pasardana.id - PT Djasa Ubersakti Tbk (Perseroan), emiten yang bergerak dibidang konstruksi dan perusahaan holding, resmi tercatat sebagai perusahaan ke-34 di tahun 2020 dan ke-709 di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham PTDU.

Perseroan melakukan Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) dengan melepas 300.000.000 (tiga ratus juta) saham setara dengan 20% (dua puluh persen) dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga saham perdana Rp100,- dan dana yang berhasil dihimpun Perseroan sebesar Rp30 miliar.

Berdasarkan hasil penawaran umum dari tanggal 30 November - 02 Desember 2020, saham PTDU mengalami oversubscribed 124,08 kali dari penawaran pooling.

Perseroan menunjuk PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek dalam IPO ini.

“Langkah perusahaan untuk masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IPO adalah bagian dari strategi meningkatkan kapasitas pendanaan perusahaan dengan membuka pilihan-pilihan pendanaan untuk kami dapat menangkap peluang di masa depan, tata kelola perusahaan yang baik dan prinsip keterbukaan sebagai perusahaan publik diharapkan dapat menjadi nilai tambah dalam mendapatkan kepercayaan lebih dari para pelanggan kami di masa depan,” jelas Heru Putranto, Direktur Utama Perseroan dalam siaran pers, Selasa (08/12).

Lebih lanjut Heru Putranto menjelaskan, Perseroan akan membuka peluang usaha untuk mengerjakan jasa konstruksi di bidang jalan raya, jalan tol, terminal, saluran irigasi, bendungan, pelabuhan, jembatan, bandara, serta menggerakkan kembali bidang minyak dan gas, agar peluang usaha proyek yang dikerjakan Perseroan semakin beragam.

“Pengerjaan jasa konstruksi proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang beragam jenisnya, akan membuat potensi pendapatan Perseroan menjadi semakin besar,” jelas Heru.

Selain itu, lanjut dia, Perseroan melalui Entitas Anak PT Djasa Ubersakti Properti juga sedang mengembangkan bisnis dan sewa properti sebagai tambahan sumber pendapatan berulang/recurring income, dan mengurangi risiko ketergantungan pada satu jenis usaha.

Perseroan berpendapat, sektor properti memiliki peluang dimana fokus pengembangan properti adalah terhadap kebutuhan calon pembeli tidak hanya semata mengikuti tren.

Adapun penggunaan dana yang diperoleh dari IPO tersebut, sebesar Rp5 miliar digunakan untuk untuk membayar hutang bank BRI, sekitar 44,44% dari dana hasil IPO akan digunakan untuk pembelian alat dalam rangka peremajaan alat.

“Sisanya akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan operasional Perseroan,” tandas Heru.