VIVA Catat Pertumbuhan TV Share Hingga 10 Persen

foto : istimewa

Pasardana.id - PT Visi Media Asia Tbk (IDX: VIVA) yakin bahwa pemulihan pertumbuhan ekonomi pasca penemuan vaksin Covid-19 akan berlanjut hingga tahun mendatang, sehingga belanja iklan bisa kembali bertumbuh.

Laporan terakhir dari Media Partners Asia (MPA) juga memprediksi bahwa pertumbuhan belanja iklan di 2021 pada TV FTA platform akan meningkat 7,5 persen (y-o-y) menjadi USD1,2 miliar diikuti dengan pertumbuhan belanja iklan di sektor digital sebesar 31,1 persen (y-o-y) menjadi USD700 juta.

Tanda-tanda perbaikan itu telah mulai dirasakan perseroan dengan meningkatnya TV Share di atas 10 persen pada anak usaha VIVA, PT Intermedia Capital Tbk (MDIA).

Hal itu disampaikan Direktur Utama MDIA, Arief Yahya dalam paparan publik secara daring, Rabu (30/12/2020).

“TV share kami naik lagi di atas 9,5 persen, dan revenue share ANTV yang justru berada di atas 10 persen. Ini yang membuat power ratio kami sangat bagus, sekitar 120 persen," ungkapnya.

Untuk menopang kinerja tersebut, perseroan akan merestrukturisasi fasilitas utang tercatat melalui pembiayaan kembali dalam mata uang rupiah dalam upayanya menurunkan risiko nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

Selain itu, perseroan juga berencana untuk mendapatkan tambahan fasilitas kredit modal kerja.

"Fasilitas utang dari bank lokal memiliki tenor pinjaman yang lebih panjang, serta bunga yang lebih kompetitif," sebut keterangan resmi manajemen VIVA, seperti dilansir dalam rilis pers, Rabu (30/12).

VIVA memiliki dua stasiun televisi free-to-air (TV FTA), yakni tvOne (PT Lativi Mediakarya) dan ANTV (PT Cakrawala Andalas Televisi) yang sebesar 99 persen sahamnya dimiliki oleh MDIA.

Selain itu, VIVA memiliki portal berita online, viva.co.id yang dikelola PT Viva Media Baru.

Manajemen VIVA meyakini, hingga sekarang, TV FTA di Indonesia tetap menjadi platform utama untuk beriklan. Hal ini tercermin dari nilai belanja iklan bersih secara nasional per akhir 2019 tercatat mencapai USD1,32 miliar dan diproyeksikan pada 2024 masih akan mampu bertahan sebesar USD1,29 miliar di tengah peningkatan belanja iklan melalui media internet.

Sejauh ini, stasiun TV FTA VIVA terbukti sukses dalam membidik pangsa pemirsa yang berbeda, tercermin dari segmen pasar tvOne yang didominasi pemirsa pria dengan rentang usia 35-55 tahun ke atas.

Sedangkan, ANTV lebih dominan disaksikan oleh kalangan wanita yang memiliki rentang usia 45-55 tahun ke atas.