Realisasi Anggaran Subsidi Upah Pekerja Capai 98,8 Persen

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mencatat program bantuan subsidi upah (BSU) bagi pekerja telah tersalurkan sebanyak Rp29,7 triliun.

Hingga awal Desember 2020, sebanyak 12,2 juta pekerja telah mendapat bantuan tersebut atau sekitar 98,8 persen dari total pekerja yang seharusnya mendapatkan.

Bantuan subsidi upah pekerja ini diberikan demi mendorong daya beli masyarakat sehingga diharapkan bisa membantu peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Staf Khusus Kementerian Ketenagakerjaan, Reza Hafiz S mengatakan, BSU tersebut merupakan upaya pemerintah untuk menjaga daya beli dan konsumsi para pekerja atau buruh yang terdampak COVID-19.

Pekerja yang menerima upah dan sudah didaftarkan oleh perusahaannya merupakan para pekerja yang terdaftar sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan. 

"Kini, BSU telah mencapai tahap lima termin kedua pada periode November-Desember 2020 yang sudah terealisasi ke 11 juta penerima manfaat atau 90 persen,” ujar Reza Hafiz dalam konferensi pers virtual, Kamis (10/12/2020).

Menurut Reza, Kemenaker selaku kementerian teknis mengharapkan subsidi ini terus bisa berlanjut.

"Namun, secara policy atau kebijakan itu kami mengikuti dari keputusan KPCPEN (Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional). Keputusan lanjutan program bantuan subsidi gaji atau upah pada tahun depan akan tergantung dengan kondisi perekonomian Indonesia," ujarnya.

Menurut dia, kondisi perekonomian pada 2020 juga akan berpengaruh terhadap besaran dana yang akan disalurkan kepada calon penerima bantuan subsidi gaji. 

"Karena ini kan diobrolin setingkat Menteri, policy-nya seperti apa. Pertumbuhan ekonomi dan kondisi ekonomi tahun depan juga seperti apa," kata dia. 

Kementerian Ketenagakerjaan telah mamvalidasi kriteria penerima manfaat BSU ini secara teliti karena basis datanya adalah BPJS Ketenagakerjaan. 

Kriteria penerima manfaat BSU ini yaitu warga negara Indonesia (WNI), pekerja anggota aktif jaminan sosial yang dibuktikan dengan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sampai bulan Juni 2020, dan memiliki upah atau gaji di bawah Rp5 juta. 

"Selain itu kita menjaga agar prosesnya langsung diterima penerima manfaat. Oleh karena itulah BSU ini kita transfer langsung ke rekening yang bersangkutan," terang Reza Hafiz. 

Sementara itu, berdasarkan data Kemenaker, penyaluran bantuan subsidi gaji atau upah termin kedua hingga 8 Desember 2020 mencapai 11.023.780.

Bantuan subsidi gaji sebesar Rp 1,2 juta ini diberikan kepada pekerja yang terdampak akibat pandemi virus corona (Covid-19). 

Secara rinci, tahap pertama termin kedua mencapai 2.177.915 pekerja. Tahap kedua penyaluran mencapai 2.711.358 pekerja, tahap III sebanyak 3.146.314 pekerja, tahap IV 2.439.982 pekerja, dan tahap V disalurkan ke 548.211 pekerja.