Indeks Kospi Anjlok 1,60 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, anjlok 42,11 poin, atau sekitar 1,60 persen, pada Senin (30/11/2020), menjadi 2.591,34. Volume perdagangan mencapai 1,28 miliar saham senilai 20,4 triliun won atau sekitar US$18,4 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 511 berbanding 331.

Setelah sempat menyentuh angka rekor 2.648,55, indeks Kospi kemudian merosot dipicu aksi ambil untung yang dilakukan investor asing. "Asing telah membeli saham senilai 7 triliun won di bursa lokal bulan ini sehingga indeks Kospi naik 16 persen. Hari ini mereka melakukan aksi ambil untung," jelas Seo Jung-Hoon, analis Samsung Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing melepas saham senilai 2,4 triliun won yang merupakan jumlah penjualan rekor. Investor ritel dan institusi masing-masing meraup saham senilai 2,2 triliun won dan 200 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing anjlok 2,2 persen dan 1,32 persen. Saham perusahaan internet Naver dan Kakao masing-masing terjun 2,46 persen dan 1,34 persen.

Saham perusahaan kimia LG Chem dan perusahaan manufaktur baterai lithium Samsung SDI masing-masing merosot 1,23 persen dan 3,27 persen. Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics turun 1,63 persen, saham Celltrion sebaliknya melonjak 1,8 persen.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor naik 0,28 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar Amerika Serikat, turun 3,3 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.106,5 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi pelemahan hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,4 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia merosot 83,30 poin, atau sekitar 1,26 persen, menjadi 6.517,80. Bursa saham di Asia Tenggara melemah, termasuk juga di Indonesia.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 16,55 poin, atau sekitar 0,49 persen, menjadi 3.391,76. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong terjun 553,19 poin, atau sekitar 2,06 persen, menjadi 26.341,49.