Pekan Depan Pemerintah Lelang Surat Utang Negara, Targetkan Rp40 Triliun

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Jelang tutup tahun, pemerintah melalui Kementerian Keuangan akan menambah utang untuk menutup kebutuhan dana di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020.

Pada pekan depan penarikan utang dilakukan melalui skema lelang Surat Utang negara (SUN).

Adapun target indikatifnya Rp20 triliun, sementara untuk maksimal mencapai Rp40 triliun.

Pelaksanaan lelang dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.08/2019 tentang Lelang Surat Utang Negara di Pasar Perdana Domestik (PMK No.168/PMK.08/2019), dengan tujuan yakni untuk penanganan pandemi Covid-19 ataupun menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional dan stabilitas sistem keuangan. 

"Dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 38/PMK.02/2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Keuangan Negara untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan/atau Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan (PMK No. 38/PMK.02/202," tulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis (26/11/2020). 

Lelang Surat Utang Negara akan dilakukan pada Selasa, 1 Desember 2020, dibuka pukul 09.00 WIB dan ditutup pada 11.00 WIB.

Seri SUN yang akan dilelang terdiri dari tujuh seri, yakni SPN12210304, SPN12211202, FR0086, FR0087, FR0080, FR0083 dan FR0076.

Perincian tingkat kupon dari SUN tersebut, yaitu SPN12210304 diskonto yang memiliki jatuh tempo pada 2 Desember 2021. Sedangkan untuk seri SPN12210304 (reopening) bakal jatuh tempo di 4 Maret 2021. 

Selanjutnya, ada seri FR0086 (reopening) yang memiliki tingkat kupon 5,5% dan jatuh tempo 15 April 2026. Seri FR0087 (reopening) bakal jatuh tempo pada 15 Februari 2031 dengan tingkat kupon 6,5%, disusul FR0080 (reopening) yang punya kupon 7,5% dan jatuh tempo 15 Juni 2035. Ada juga seri FR0083 (reopening) dengan kupon 7,5% yang jatuh tempo di 15 April 2040 dan terakhir FR0076 (reopening) dengan kupon 7,37% dengan jadwal jatuh tempo 15 Mei 2048.   

Sedangkan penjualan SUN tersebut akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia  (BI).

Lelang bersifat terbuka (open auction), menggunakan metode harga beragam (multiple price).