Wall Street Menguat Dipicu Lonjakan Sektor Energi

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street menguat pada Senin (23/11/2020) dipicu lonjakan saham sektor energi.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, melonjak 327,79 poin, atau sekitar 1,12 persen, menjadi 29.591,27. Indeks S&P 500 meningkat 20,05 poin, atau sekitar 0,56 persen, menjadi 3.577,59. Indeks komposit Nasdaq naik 25,66 poin, atau sekitar 0,22 persen, menjadi 11.880,63.

Tujuh dari 11 sektor utama indeks S&P 500 meningkat, dengan indeks sektor energi melambung 7,09 persen. Indeks sektor ritel melorot 0,34 persen.

Sentimen positif melanda pasar saham setelah perusahaan farmasi Inggris AstraZeneca mengumumkan bahwa vaksin virus Corona (COVID-19) yang dikembangkannya bersama Universitas Oxford memiliki tingkat keefektifan 90 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Desember 2020 turun US$34,6, atau sekitar 1,85 persen, menjadi US$1.837,8 per ons. Indeks dolar AS naik 0,05 persen menjadi 92,366.

Bursa saham Eropa melemah pada Senin, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,2 persen, dipicu kekhawatiran penyebaran COVID-19 secara massif di Eropa.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 17,61 poin, atau sekitar 0,28 persen, menjadi 6.333,84. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melorot 10,28 poin, atau sekitar 0,08 persen, menjadi 13.126,97.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 3,30 poin menjadi 7.981,20. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, berakhir datar dengan pelemahan tipis 3,74 poin menjadi 5.492,15.

Nilai tukar pound sterling menguat 0,8 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3396 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,5 persen menjadi 1,1276 euro per pound.