Tiga Sektor Ini Yang Disebut Menko Airlangga Tumbuh Positif Ditengah Pandemi

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi sektor  yang selalu tumbuh positif meskipun dalam kondisi pandemi saat ini.

Berdasarkan data Kemenko Perekonomian menyebutkan, pada triwulan II lalu, sektor pangan ini tumbuh 2,19% (yoy), sementara di triwulan III tumbuh 2,15% (yoy).

Kontribusi nilai ekspor sektor pertanian mencapai US$ 0,4 miliar atau 3,0% dari total ekspor Indonesia, dan di masa pandemi Covid 19, ekspor sektor pertanian justru mengalami kenaikan signifikan.

Sementara di bulan september 2020 misalnya, ekspor sektor pertanian meningkat 16,2% (yoy) dan 20,8% (mtm).   

Menko Airlangga mengatakan, kenaikan ekspor pertanian tidak lepas dari meningkatnya permintaan pangan dunia seiring dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk.

Untuk memenuhi kebutuhan itu, pegembangan sektor pangan membutuhkan cara-cara inovatif berbasis teknologi modern, sehingga mampu meningkatkan efisiensi proses produksi dan kualitas bahan pangan yang harganya terjangkau, mampu memperbaiki daya dukung lingkungan, serta menyejahterakan para petani dan sektor pendukungnya.

“Peran sentral korporasi petani juga harus ditingkatkan agar dapat mengedepankan nilai tambah on farm maupun off farm. Saya mendukung model bisnis kolaboratif-inklusif yang bisa mendongkrak sektor pangan sebagai kekuatan ekonomi baru untuk membuka lapangan kerja dan menjadi sumber kesejahteraan masyarakat Indonesia,” tukas Airlangga di Jakarta, Rabu ( 18/11/2020) .

Ia juga mengatakan, Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) memberikan perhatian pada sektor pertanian dengan memberikan stimulus yang bertujuan untuk menjaga kinerja di sektor pertanian dan perikanan.

Stimulus itu antara lain, Program Padat Karya Pertanian, Program Padat Karya Perikanan, Banpres Produktif UMKM Sektor Pertanian, Subsidi Bunga Mikro/Kredit Usaha Rakyat; dan Dukungan Pembiayaan Koperasi dengan Skema Dana Bergulir.

"Selain itu, terdapat tujuh program di sektor pertanian dan perikanan yang terus dijalankan pemerintah untuk penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan," sambung Airlangga.

Ketujuh program itu terdiri dari  pembangunan food estate (baik di Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara) berbasis korporasi dalam kerangka penguatan sistem pangan nasional, pengembangan klaster bisnis padi menggunakan pendekatan pengelolaan lahan yang awalnya tersegmentasi menjadi satu area, pengembangan kawasan hortikultura berorientasi ekspor dengan model kemitraan Creating Shared Value (CSV) antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, swasta, dan petani.

Progam yang lainnya adalah kemitraan inklusif Closed Loop pada komoditas hortikultura sebagai bentuk implementasi sinergi antara akademisi, bisnis, pemerintah dan komunitas (ABGC), pengembangan 1.000 desa sapi program untuk peningkatan populasi dan produktivitas sapi, pengembangan industri rumput laut nasional untuk mengoptimalkan produksi dalam negeri, dan pengembangan korporasi petani dan nelayan dengan arah menuju sistem agribisnis hulu-hilir yang mengedepankan pemberdayaan mereka.