BRMS Berpeluang Raih Rp3,3 Triliun Dari Right Issue dan Waran

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Bumi Resources Minerals Tbk (IDX: BRMS) mengurangi jumlah saham yang akan dilepas dalam Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue menjadi 22.900.002.546 lembar saham.

Berdasarkan keterangan resmi emiten tambang mineral grup Bakrie itu pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (17/11/2020) dijelaskan, setiap pemegang 400 saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal 26 Januari 2021 pukul 16.00 WIB mempunyai 129 HMETD.

Adapun setiap 1 HMETD berhak untuk membeli 1 saham baru yang ditawarkan dengan Harga Pelaksanaan Rp70 per saham.

Sehingga perseroan berpotensi meraup dana Rp1.603.000.178.220 dari aksi korporasi tersebut.

Pada saat yang sama, perseroan menerbitkan sebanyak 24.732.002749 waran seri II. Setiap 25 saham hasil HMETD mendapatkan 27 waran seri II.

Bagi yang ingin menebus setiap satu waran menjadi satu saham harus membayar Rp70 per lembar, mulai  28 Juli 2021 hingga 25 Januari 2024, sehingga dari pelaksanaan waran, perseroan masih berpotensi meraup dana Rp1.731.240.192.430.

Sementara itu, Hartman International Pte Ltd telah menyatakan bertindak sebagai pembeli siaga sisa saham HMETD yang tidak diserap oleh pemegang saham lama sebanyak 6.220.084.567 lembar.

Masih berdasarkan keterangan tersebut, juga diungkapkan bahwa, dana hasil aksi korporasi itu akan digunakan untuk pengembangan usaha, seperti pembangunan pabrik pengolahan bijih emas dan perak dengan kapasitas 4.000 ton per hari di Palu.

Berikutnya, dana tersebut akan digunakan untuk pelunasan tagihan konstruksi pabrik pengolahan bijih emas dan perak dengan kapasitas 500 ton per hari di Motomboto, Gorontalo.

Selanjutnya, dana itu juga akan digunakan untuk modal kerja operasional tambang emas yang dijalankan PT Citra Palu Minerals dan PT Gorontalo Minerals.