Indeks Kospi Melonjak 1,97 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melonjak 49,16 poin, atau sekitar 1,97 persen, pada Senin (16/11/2020), menjadi 2.543,03 yang merupakan angka penutupan tertinggi sejak Februari 2018.

Volume perdagangan mencapai 1,2 miliar saham senilai 18,8 triliun won atau sekitar US$17 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 556 berbanding 275.

Indeks Kospi mengikuti pergerakan saham di Wall Street yang dipicu tidak adanya rencana pemerintah Amerika Serikat yang baru di bawah kepemimpinan Presiden AS terpilih Joe Biden untuk melakukan lockdown.

“Lonjakan saham perusahaan teknologi memimpin penguatan indeks Kospi. Sentimen pasar terpengaruh optimisme vaksin COVID-19 buatan Pfizer dan telah berlalunya pilpres AS,” jelas Seo Sang-Young, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing meraup saham senilai 460 miliar won, sedangkan investor ritel dan institusi masing-masing melepas saham senilai 161 miliar won dan 276 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing melambung 4,91 persen dan 9,25 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan perusahaan baja POSCO masing-masing meningkat 0,85 persen dan 1,27 persen.

Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics naik 0,13 persen, saham Celltrion sebaliknya turun 0,52 persen. Saham perusahaan internet Naver dan Kakao masing-masing merosot 1,07 persen dan 0,96 persen.

Saham perusahaan kimia LG Chem dan perusahaan manufaktur baterai lithium Samsung SDI masing-masing terjun 3,97 persen dan 3,09 persen.

Nilai tukar won menguat ke level tertinggi terhadap dolar AS dalam dua tahun terakhir, naik 6,3 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.109,3 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melonjak 1,1 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia melonjak 79,10 poin, atau sekitar 1,23 persen, menjadi 6.484,30. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Malaysia, Indonesia, dan Thailand menguat, sedangkan Bursa Vietnam dan Filipina melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, melonjak 36,87 poin, atau sekitar 1,11 persen, menjadi 3.346,97. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong naik 224,81 poin, atau sekitar 0,86 persen, menjadi 26.381,67.