OJK Akan Tata Ulang Perilaku Manajer Investasi

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menata ulang industri Manajer Investasi (MI), dengan menerbitkan rancangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang Pedoman Perilaku Manajer Investasi.

Berdasarkan rancangan Peraturan OJK yang dimuat pada laman regulator pasar modal itu, Rabu (7/10/2020), disebutkan bahwa peraturan itu diharapkan dapat melindungi kepentingan para nasabah dan sekelompok nasabah dengan menyesuaikan praktek terbaik berlaku internasional.

Dalam rancangan itu, MI secara tegas dilarang menerima hadiah atau manfaat yang dapat mempengaruhi bersangkutan untuk membeli atau menjual efek untuk kepentingan nasabah.

Sebaliknya, MI juga dilarang menawarkan hadiah atau manfaat apa pun yang secara material bertentangan dan atau mengandung benturan kepentingan dengan kewajibannya terhadap nasabah.

Pada klausul lain, MI selaku pengelola reksa dana dilarang melakukan transaksi negosiasi atas saham yang diperdagangkan di bursa.

Tapi larangan itu tidak berlaku jika hanya dibawah 10 persen dari Nilai Aktiva Bersih (NAB) pada setiap hari bursa.

Transaksi negosiasi masih diperbolehkan jika dilakukan wajib didukung alasan yang rasional dan kertas kerja yang memadai, dilakukan wajib mengacu pada standar eksekusi terbaik yang mengacu pada analisis harga rata-rata terbebani.

Larangan lainnya, MI dilarang melakukan transaksi efek melalui satu perusahaan efek melebihi 30 persen dalam satu tahun. Sementara itu, perusahaan efek yang ditunjuk wajib lolos uji tuntas oleh MI.

Selain itu, OJK akan mewajibkan MI mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) setiap efek dari perusahaan terbuka dan wajib menjadi anggota asosiasi MI yang diakui OJK.