Sri Mulyani Akui Covid-19 Jadi Ujian Yang Luar Biasa

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan, bahwa pandemi Covid-19 telah membuat sebagian besar negara di dunia mengalami krisis.

Begitu pula di Indonesia, dirinya menyebutkan bahwa resesi pun tak bisa dihindari.

Meski demikian, Menkeu Sri menilai, keadaan sulit seperti saat ini harus dimanfaatkan. Menurutnya, di balik kesulitan pasti ada peluang yang dapat diambil.

“Kita tidak boleh membiarkan krisis itu begitu saja lewat. Tapi kita harus memanfaatkan krisis untuk reformasi sekaligus,” katanya pada diskusi virtual, Senin (26/10/2020).

Lebih lanjut Sri Mulyani menjelaskan bahwa semua pihak mulai dari kementerian hingga pejabat di daerah harus bisa memperbaiki segala hal.

Covid-19 menyadarkan masih banyak kekurangan.

Dia mencontohkan, instansinya beberapa waktu terakhir mencoba untuk menerapkan kerja fleksibel. Di masa pandemi, mau tidak mau harus bisa dilaksanakan dengan bekerja di rumah atau work from home.

“Sebagian diakselerasi dalam situasi seperti ini. Jangan beri alasan pandemi tidak bisa untuk reformasi. Justru saat krisis reformasi harus diakselerasi,” jelasnya.

Justru pada saat krisis, lanjut Sri Mulyani, reformasi dapat diakselerasi pada sektor pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, dan belanja pemerintah.

"Kita tidak boleh membiarkan krisis itu begitu saja lewat, tapi kita harus memanfaatkan krisis. Jadi, menggunakan krisis untuk mereform sekaligus. Jadi, saya senang, Mas Nadiem (Menteri Pendidikan) bilang kita sudah mau mereform pendidikan," ujarnya.

Meski demikian, Nadiem mengkhawatirkan, reformasi digital di bidang pendidikan tidak dapat dilakukan sepenuhnya karena kesenjangan digital yang masih terasa di Indonesia.

Untuk itu, pemerintah meningkatkan anggaran pembangunan infrastruktur di teknologi informasi dan komunikasi dalam APBN 2021.

"Makanya pemerintah mengejar, kita naikkan anggaran untuk IT dan untuk infrastruktur TIK kita. Tahun depan Rp30 triliun dari mulai satelit sampai fiber optik kemudian BTS itu berbagai macam tower untuk bisa menghubungkan sebanyak 5.000 lokasi lebih," jelas Sri Mulyani.

Lebih lanjut Sri Mulyani mengakui, Covid-19 adalah ujian yang luar biasa baginya.

“Selama menjadi Menteri Keuangan meski berkali-kali hadapi krisis, Covid-19 tidak pernah terbayangkan akan terjadi,” ucapnya.

Sri Mulyani pun mengapresiasi masyarakat yang berinisiatif dalam bidang pendidikan dan menjadi partner yang baik bagi pemerintah.

"Jadi, saya menganggap bahwa keinginan untuk membagi ilmu, dan dengan teknologi, dan dengan pemihakan pemerintah dengan dana yang besar itu, bisa menjadi sinergi yang bagus untuk mencari dan berinovasi di bidang pendidikan kita," terangnya.