ANALIS MARKET (26/10/2020) : Pasar Obligasi Berpotensi Melemah Terbatas

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, pasar obligasi berpotensi mengalami koreksi lanjutan pada perdagangan obligasi hari ini.

Namun demikian ditengah situasi dan kondisi hari libur yang mendominasi, mungkin penurunan akan tertahan.

Lelang pun berpotensi mengalami penurunan total penawaran yang masuk, namun kenaikkan imbal hasil akan menjadi sebuah alasan tambahan bagi pasar obligasi untuk mengalami penguatan dan menarik minat investor.

Fokus utamanya pekan ini adalah pertemuan Bank Sentral Eropa dan Bank Sentral Jepang yang akan mencuri perhatian pekan ini, meskipun kita tengah dalam situasi dan kondisi libur.

Perekonomian Eropa dan Jepang yang belum kunjung membaik, akan menjadi sebuah tantangan yang sangat penting, khususnya para pembuat kebijakan untuk lebih serius menanggapi situasi dan kondisi saat ini.

Apabila para pembuat kebijakan tidak segera untuk melakukan sesuatu, dikhawatirkan fase pemulihan ekonomi dapat terhambat dan justru malah semakin menekan perekonomian.

Oleh sebab itu, kebijakan kebijakan berikutnya akan menjadi perhatian, ditambah lagi dengan komitmen para pembuat kebijakan, sejauh mana mereka akan melakukan tindakan untuk mendorong fase pemulihan dengan semua tools yang tersedia.

Tidak hanya itu saja lho pemirsa, data pertumbuhan ekonomi Amerika dan Eropa pada kuartal ke-3 akan mencuri perhatian, secara proyeksi angka yang muncul akan membuat pasar terkejut.

Pasalnya, data pertumbuhan ekonomi ke-3 akan mengalami kebangkitan yang akan mendorong pasar mengalami penguatan. Apakah alasan tersebut cukup untuk mendorong pasar? Cukup!

Masalahnya kita sedang dalam posisi libur ketika data itu keluar, sehingga ada kemungkinan baru terefleksikan pada pekan berikutnya.

Oleh sebab itu, akumulasi menjadi salah satu point penting saat menjelang akhir pekan, lho baru saja mulai awal pekan pagi ini pasar obligasi diperkirakan akan dibuka melemah dengan potensi melemah terbatas.

“Kami merekomendasikan jual hari ini,” sebut analis Pilarmas dalam riset yang dirilis Senin (26/10/2020).

Pasar obligasi diharapkan juga dapat berhati hati, kenaikkan korban infeksi virus corona dapat membuat Gubernur DKI Jakarta kembali menarik rem darurat.

Hal ini kembali disampaikan kemarin, meskipun menurut kami penarikan rem darurat ini merupakan cara yang sederhana namun menimbulkan banyak masalah baru.

PSBB Total berjilid jilid apabila penyebaran pergerakan masyarakat tidak dikendalikan sama saja bohong, penurunan akan terjadi secara data di atas kertas. Sedangkan kondisi di lapangan?

Ah sudahlah, yuk kita lanjutkan gossip di awal pekan ini akan kita awali dari;

1.YAA, GAGAL DAH INI MAH

Pada akhirnya kami melihat potensi kesepakatan untuk terjadi sebelum pemilihan mulai kembali mengecil. Pasalnya Nancy dan White House justru sekarang terlihat saling menyalahkan satu sama lain karena adanya penundaan terkait dengan negosiasi pemberian stimulus. Aura pesimis kembali menghantui pasar, yang memberikan pasar beban yang cukup berat. Nancy mengatakan bahwa saat ini bola panas tersebut berada di Presiden Trump apakah Trump akan mendorong kesepakatan tersebut agar dapat tercapai dengan berbicara kepada Partai Republik atau tidak, karena kesepakatan itu sendiri sudah hampir mencapai hampir $2 triliun. Beredar bocoran dari seorang pejabat senior dari pemerintah yang mengatakan bahwa kesepakatan mengenai stimulus masih dapat terjadi, hanya saja dibuat negosiasi secara bertahap dalam kurun waktu 10 hari. Dari sisi Steven, dirinya mengatakan ada kemajuan yang sangat signifikan, namun Steven menyalahkan Demokrat dari California yang mengatakan telah menahan kesepakatan karena tidak mau membuang beberapa point yang disebut karena telah menjadi prioritas dari partainya. Steven mengatakan bahwa mereka telah berdiskusi dan menegosiasikan terkait dengan beberapa point apabila kesepakatan tetap ingin dijalankan. Juru bicara Nancy Pelosi, Drew Hammill mengatakan bahwa anggota komite yang terlibat dalam Undang Undang stimulus beserta dengan staff akan terus bekerja hingga akhir pekan. Nancy dan Steven akan menyampaikan kepada masyarakat apabila ada kemajuan yang didapat. Sejauh ini pembicaraan masih berjalan, namun tenggat waktu pekan kemarin sudah habis. Kami sendiri tidak yakin apakah masih terkejar pada pekan ini apabila ingin disahkan sebelum pemilihan usai. Pasalnya kemarin Senat telah memberikan suara konfirmasi terkait dengan calon Mahkamah Agung yaitu Amy Coney Barret. Meskipun masih ada kemungkinan anggota yang berkepentingan dapat dipanggil dalam kurun waktu 1x24, ini bukan tamu lapor 1x24 jam lho ya pemirsa, namun kami melihat kecil kemungkinannya negosiasi terkait stimulus dapat tercapai. Kadang kami berfikir, apakah mereka ingin membuat adegan ini menjadi dramatisir? Sehingga kesepakatan dapat tercapai pada saat saat terakhir ketika pemilihan Presiden dimulai? Sejauh ini Kepala Staff White House, Mark Meadows mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya berharap bahwa kesepakatan dapat dicapai pada hari berikutnya. Senator John Thune, dari South Dakota pun mengatakan bahwa sudah tidak ada waktu yang cukup bagi DPR dan Senat untuk dapat mengesahkan Undang Undang terkait dengan stimulus tersebut apalagi sebelum 3 November mendatang. Namun mungkin saja, setelah 3 November mendatang kesepakatan akan menjadi lebih mudah. Kami setuju, probabilitas kesepakatan akan bertambah secara cepat apabila ternyata candidate Joe Biden terpilih menjadi presiden. Namun akan menjadi cerita yang sama apabila ternyata Trump juga yang terpilih, meskipun Trump tentu akan berbaik hati dengan langsung mengesahkan Undang Undang tersebut. Trump mencemooh Pelosi pada hari Jumat kemarin bahwa desakan Pelosi untuk memberikan bantuan kepada pemerintah negara bagian dan daerah merupakan sesuatu yang tidak masuk akal. Trump mengatakan bahwa Nancy ingin menyelamatkan negara bagian yang dikelola oleh Demokrat dengan kurang baik. Trump menegaskan bahwa dirinya hanya memberikan bantuan dan penghargaan hanya kepada daerah-daerah yang telah bekerja dengan baik. Pelosi mengatakan pada hari Jumat kemarin bahwa dirinya dan Mnuchin akan menunggu Komite Kongres untuk dapat melakukan diskusi tingkat rendah sebelum melakukan panggilan telepon kembali. Larry Kudlow mengatakan bahwa saat ini bolanya tidak akan bergerak, sedangkan jam terus berdetak. Larry mulai mempertanyakan apakah perlu adanya Rancangan Undang Undang Stimulus yang komprehensif saat ini, karena tidak ada alasan mengapa Amerika harus memiliki stimulus sebesar ini yang mencakup begitu banyak hal. Sejujurnya kami kecewa, karena Pelosi sendiri terlalu banyak memaksakan kehendaknya, inilah yang kami takutkan. Semakin lama negosiasi terjadi, maka semakin besar potensi kegagalan terjadi, apalah perlu seorang Pelosi belajar kembali?. Karena orang – orang yang terlibat dalam negosiasi tersebut dapat berfikir 2 kali bahkan 3, 4, 5 kali apakah benar stimulus ini benar benar dibutuhkan oleh masyarakat Amerika? Pelosi masih memberikan angin kepada pelaku pasar dan investor bahwa masih ada waktu sebelum pemilu apabila Undang Undang ini ingin disahkan apabila pemerintah masih ingin mengkomunikasikan lebih lanjut. Saat ini menunda pemungutan suara hingga pemilu usai dapat meningkatkan resiko bahwa pemerintahan Trump mungkin akan kurang mendukung dalam tingkat Senat, apalagi jika Presiden Trump kalah pada pemilu mendatang. Sekretaris pers White House mengatakan bahwa Presiden Trump dapat meminta dukungan dari Senat Partai Republik untuk dapat mendukung kesepakatan kompromi, meskipun dari awal Senat sudah mengatakan bahwa tidak ada tempat untuk menyetujui kesepakatan sebesar itu. Well, minggu depan kita didominasi oleh banyaknya libur. Oleh sebab itu mungkin, selama 2 hari mendatang pelaku pasar dan investor mungkin akan cenderung mengamati dan mencermati situasi dan kondisi yang terjadi saat ini.