ANA Perkirakan Kerugian 530 Miliar Yen

foto: istimewa

Pasardana.id - ANA Holdings pada Rabu (21/10/2020) menyatakan bahwa maskapai penerbangan Jepang tersebut diperkirakan akan mengalami kerugian sebesar 530 miliar yen, atau sekitar Rp74,3 triliun, pada tahun fiskal yang berakhir Maret mendatang.

Seperti dilansir Xinhua, kerugian yang dialami ANA disebabkan berlangsungnya pandemi virus Corona (COVID-19) yang menyebabkan terpangkasnya jadwal penerbangan. ANA memperkirakan pemulihan jadwal penerbangan, terutama penerbangan internasional, akan berlangsung dalam waktu lama.

Jumlah penumpang penerbangan internasional dalam periode lima bulan sampai Agustus merosot 96 persen year-on-year.

ANA mencatatkan kerugian 108,82 miliar yen pada periode April sampai Juni. Untuk mengurangi beban, ANA berencana untuk memensiunkan setengah dari 60 pesawat jet bersayap lebar yang dimilikinya.