Target Penerbitan Obligasi INDY Turun Jadi USD450 Juta

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Indika Energy Tbk (IDX: INDY) melalui perusahaan terkendali Indika Energy Capital IV Pte Ltd hanya akan meraih dana sebesar USD450 juta dari penerbitan surat utang yang akan dicatatkan di bursa Singapura atau SGX-ST.

Berdasarkan keterangan resmi emiten tambang itu pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (19/10/2020), disebutkan bahwa nilai total surat utang didapat setelah melakukan anjangsana kepada invetor dengan penawaran bunga 8,5 persen dan akan jatuh tempo tahun 2025.  

Diterangkan, Standard Chartered Bank Limited, Mandiri Securities Pte Ltd dan Deutsche Bank cabang Singapura akan bertindak sebagai pembeli awal surat utang atau join bookrunners.

Selanjutnya, dana dari hasil penerbitkan surat utang dalam mata uang asing itu, akan digunakan untuk pelunasan kewajiban.

Dengan rincian, pembayaran kembali surat utang senior senilai USD265 juta dengan bunga 6,87 persen yang akan jatuh tempo 2022.

Berikutnya, perseroan akan melakukan pembayaran kembali sebagai surat utang senior dengan total nilai USD500 juta berbunga 6,37 persen.

Surat utang yang diterbitkan Indo Energy Finance II BV akan jatuh tempo tahun 2023 senilai USD285 juta.

Sisa dana hasil penerbitan surat utang tersebut akan digunakan untuk mendanai pengembangan usaha perseroan selain usaha batu bara, pengembangan usaha, pembiayaan beragam usaha dan pembiayaan korporasi pada umumnya.

Pada sisi lain, perseroan dan empat anak usaha bertindak sebagai penjamin dari surat utang tersebut. 

Empat anak usaha perseroan adalah; PT Indika Inti Corpindo (IIC), PT Tripatra Engineering (TPE), PT Tripatra Engineer and Contructors (TPEC) dan Tripatra Pte Ltd (TRIS).

Dalam keterbukaan sebelumnya, disebutkan bahwa perseroan melalui perusahaan terkendali berencana menerbitkan surat utang sebanyak-banyaknya USD650 juta, yang akan dicatatkan di bursa Singapura atau SGX-ST.