Program Restrukturisasi Jiwasraya Bakal Diumumkan Bulan Depan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Pemerintah menyatakan akan mengumumkan program restrukturisasi bagi para pemegang polis asuransi PT Jiwasraya (Persero) pada 1 November 2020.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo di DPR Jakarta, Kamis (1/10/2020).

"Jadi setelah kami mendapat persetujuan dari Panja Komisi VI maupun Komisi VI, kami berencana mengumumkan kepada publik 1 November mengenai usulan restrukturisasi pemegang polis Jiwasraya," kata Kartika di Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2020.

Dia mengatakan, untuk pemegang polis tradisional pihaknya akan melakukan penyesuaian manfaat dari suku bunga dan akan menghitung kebutuhan top up klaim.

"Apabila memang manfaat itu akan diteruskan di IFG Life (anak usaha BPUI) dan itu akan skema yang akan kita undang dan kita berikan kepada pemegang polis tradisional," ucapnya.   

IFG Life sendiri merupakan anak usaha PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI yang akan dibentuk untuk menampung polis Jiwasraya hasil restrukturisasi.

"Untuk pemegang polis tradisional kami akan melakukan penyesuaian manfaat dari sisi suku bunga dan kami kemudian akan menghitung kebutuhan top up klaim apabila memang manfaat itu akan diteruskan di IFG Life dan itu akan skema yang akan kita undang dan kita berikan kepada pemegang polis tradisional," jelasnya.

Kemudian, untuk pemegang polis saving plan akan ditawarkan skema cicilian secara jangka panjang untuk menerima manfaatnya. Opsi lain yang ditawarkan ialah adanya 'hair cut' yakni pengurangan nilai pokok jika ingin menerima dalam waktu cepat.

"Untuk saving plan akan ada beberapa opsi di mana opsinya adalah melakukan cicilan nominal secara bertahap jangka panjang. Dan apabila nanti mereka menginginkan lebih cepat akan ada semacam haircut yang akan mengurangi nilai pokoknya," jelasnya.

Sementara jika pemegang polis menolak upaya restrukturisasi tersebut, Kartika menyebutkan, mereka akan mendapat hasil dari penjualan aset Jiwasraya.

"Tapi seandainya mereka tidak menyetujui, mereka akan tetap di Jiwasraya dan akan mendapatkan dari penjualan aset sisa di Jiwasraya," ujarnya. 

Kartika juga mengatakan, pihaknya akan mengoptimalkan negosiasi dengan para pemegang polis. "Namun kembali kita mengoptimalkan negosiasi one on one. Kita tidak sebut angkanya hari ini, pada saatnya kita akan kita umumkan dan panggil seluruh nasabah dan akan negosiasi seluruh wilayah Indonesia," pungkasnya.