Wall Street Melemah Dipicu Memudarnya Harapan Stimulus

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street melemah pada Rabu (14/10/2020) dipicu memudarnya harapan peluncuran paket stimulus oleh pemerintah Amerika Serikat sebelum pilpres AS berlangsung awal November mendatang.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, turun 165,81 poin, atau sekitar 0,58 persen, menjadi 28.514. Indeks S&P 500 melemah 23,26 poin, atau sekitar 0,66 persen, menjadi 3.488,67. Indeks komposit Nasdaq merosot 95,17 poin, atau sekitar 0,80 persen, menjadi 11.768,73.

Menurut Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, kesepakatan terkait paket stimulus kemungkinan besar tidak akan tercapai sebelum pilpres AS berlangsung.

Saham perusahaan e-commerce Amazon anjlok 2,3 persen, sedangkan saham perusahaan teknologi Microsoft turun 0,9 persen. Saham perbankan juga melemah, dengan saham Bank of America dan Wells Fargo masing-masing terjun 5,3 persen dan 6 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Desember 2020 naik US$12,7, atau sekitar 0,67 persen, menjadi US$1.907,3 per ons. Indeks dolar AS turun 0,2 persen menjadi 93,38.

Bursa saham Eropa melemah pada Rabu, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,1 persen, dipicu kekhawatiran terhadap masifnya penyebaran virus Corona (COVID-19) yang memunculkan kembali potensi diberlakukannya kembali lockdown.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 34,65 poin, atau sekitar 0,58 persen, menjadi 5.935,06. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 9,07 poin menjadi 13.028,06.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, naik 41,40 poin, atau sekitar 0,60 persen, menjadi 6.916,60. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, melorot 5,94 poin, atau sekitar 0,12 persen, menjadi 4.941,66.

Nilai tukar pound sterling menguat 0,9 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3052 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,7 persen menjadi 1,1097 euro per pound.