Indeks Kospi Turun 0,94 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 22,67 poin, atau sekitar 0,94 persen, pada Rabu (14/10/2020), menjadi 2.380,48. Volume perdagangan moderat mencapai 880 juta saham senilai 10,5 triliun won atau sekitar US$9,2 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 638 berbanding 227.

Angka indeks turun dipicu munculnya kluster baru penyebaran virus Corona (COVID-19) di Busan. “Kabar terjadinya penyebaran COVID-19 di Busan secara masif membuat para investor melepas aset berisiko,” jelas Seo Sang-Young, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Terhambatnya pengembangan vaksin COVID-19 oleh Johnson & Johnson dan Eli Lily & Co dan kabar yang menyebutkan bahwa Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat Nancy Pelosi menolak proposal paket stimulus yang hanya bernilai US$1,8 triliun, atau sekitar Rp26.615 triliun, yang ditawarkan Gedung Putih karena jauh di bawah kebutuhan untuk mengatasi resesi juga disambut negatif oleh para investor.

Investor asing dan institusi masing-masing melepas saham senilai 38 miliar won dan 376 miliar won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 415 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics tidak mengalami perubahan dari sesi sebelumnya, sedangkan saham SK Hynix anjlok 1,93 persen. Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics dan Celltrion masing-masing terjun 2,21 persen dan 3,14 persen.

Saham perusahaan internet Naver melonjak 1,19 persen, saham Kakao sebaliknya turun 0,94 persen. Saham perusahaan kimia LG Chem dan perusahaan manufaktur baterai lithium Samsung SDI masing-masing terjun 2,48 persen dan 1,57 persen.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor turun 0,56 persen. Saham perusahaan baja POSCO tergelincir 2,2 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 0,2 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.146,9 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,25 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 16,50 poin, atau sekitar 0,27 persen, menjadi 6.179,20. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Thailand, dan Malaysia melemah, sedangkan Bursa Vietnam, Indonesia, dan Filipina menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 18,97 poin, atau sekitar 0,56 persen, menjadi 3.340,78. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong berakhir datar dengan pergerakan turun hanya 7,07 poin menjadi 24.642,61.