Indeks Kospi Melonjak 1,63 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melonjak 35,14 poin, atau sekitar 1,63 persen, pada Kamis (9/1/2019), menjadi 2.186,45. Volume perdagangan moderat mencapai 583 juta saham senilai 7,04 triliun won atau sekitar US$6,08 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 737 berbanding 136.

Angka indeks melonjak dipicu meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. “Iran tampaknya ingin meminimalisir kemungkinan terjadinya konflik militer secara frontal dengan AS,” kata Noh Dong-Kil, analis NH Securities, seperti dikutip Yonhap News.

“Kemungkinan terjadinya perang terbuka antara kedua negara telah menghilang. Presiden Trump sudah menyatakan bahwa AS hanya akan menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Iran sebagai bentuk hukuman atas serangan rudal yang diluncurkan terhadap markas militer AS di Irak,” jelasnya.

Investor asing melakukan aksi beli saham untuk sesi kelima beruntun hari ini, meraup saham senilai 91,6 miliar won. Investor ritel membeli saham senilai 190 miliar won, sedangkan investor institusi menjual saham senilai 283,5 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics melambung 3,17 persen hingga mencapai 58.600 won yang merupakan harga tertinggi sejak terdaftar di Bursa Korea pada 11 Juni 1975. Saham SK Hynix melonjak 1,64 persen, sedangkan saham perusahaan kimia LG Chem meningkat 1,49 persen.

Saham perusahaan biofarmasi Celltrion melambung 2,31 persen, sebaliknya saham perusahaan otomotif Kia Motors anjlok 1,33 persen. Saham Hyundai Motor turun 0,45 persen.

Nilai tukar won menguat sekitar 1 persen terhadap dolar AS, naik 11,70 won menjadi 1.159,10 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melonjak 1,3 persen yang merupakan peningkatan tertajam dalam sebulan terakhir.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia meningkat 56,60 poin, atau sekitar 0,83 persen, menjadi 6.874,20. Bursa saham di Asia Tenggara diwarnai dengan penguatan, termasuk juga di Indonesia.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 27,99 poin, atau sekitar 0,91 persen, menjadi 3.094,88. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong melambung 473,08 poin, atau sekitar 1,68 persen, menjadi 28.561.