Wall Street Kembali Melemah

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street kembali melemah pada Selasa (7/1/2020) setelah sempat mengalami rebound pada awal pekan berkat penguatan saham sektor teknologi.

Seperti dilansir Xinhua, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, melorot 119,70 poin, atau sekitar 0,42 persen, menjadi 28.583,68. Indeks S&P 500 melemah 9,10 poin, atau sekitar 0,28 persen, menjadi 3.237,18. Indeks komposit Nasdaq berakhir datar dengan pergerakan turun hanya 2,88 poin menjadi 9.068,58.

Seluruh 11 sektor utama indeks S&P 500 berakhir di teritori negatif. Indeks properti dan barang konsumsi masing-masing merosot 1,19 persen dan 0,73 persen.

Data ekonomi AS terbaru menunjukkan permintaan pabrik mengalami penurunan 0,7 persen pada November 2019. Penurunan yang terjadi merupakan bulan ketiga dalam empat bulan terakhir.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange meningkat untuk sesi ke-10 beruntun pada Selasa. Harga emas untuk pengiriman Februari 2020 naik US$5,5, atau sekitar 0,35 persen, menjadi US$1.574,3 per ons.

Peningkatan harga emas berjangka terbatasi menguatnya nilai tukar dolar AS, dengan indeks dolar AS naik 0,36 persen.

Bursa saham Eropa diwarnai dengan penguatan pada Selasa berkat meningkatnya saham sektor teknologi. Indeks STOXX 600 Eropa naik 0,2 persen.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, berakhir datar dengan pergerakan turun hanya 1,49 poin menjadi 7.573,85. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, naik 99,84 poin, atau sekitar 0,76 persen, menjadi 13.226,83.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melemah 21,10 poin, atau sekitar 0,22 persen, menjadi 9.579,80. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, berakhir datar dengan pergerakan turun hanya 1,23 poin menjadi 6.012,35.

Nilai tukar pound sterling melemah 0,3 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3129 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1762 euro per pound.