Wall Street Melemah Dipicu Meningkatnya Tensi di Timur Tengah

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street melemah pada Jumat (3/1/2019) dipicu meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, merosot 233,92 poin, atau sekitar 0,81 persen, menjadi 28.634,88. Indeks S&P 500 melemah 23 poin, atau sekitar 0,71 persen, menjadi 3.234,85. Indeks komposit Nasdaq turun 71,42 poin, atau sekitar 0,79 persen, menjadi 9.020,77.

Dalam sepekan terakhir, indeks Dow Jones dan S&P 500 turun 0,04 persen dan 0,17 persen, sedangkan indeks komposit Nasdaq naik 0,16 persen.

Tensi geopolitik mencuat usai serangan udara Amerika Serikat menewaskan pejabat tinggi militer Iran di Baghdad, Irak. Pemimpin besar Iran Ayatollah Ali Khamenei telah bersumpah akan melakukan tindakan balasan atas serangan yang terjadi.

Kedutaan besar AS di Baghdad pada Jumat telah memerintahkan seluruh warga AS untuk meninggalkan Irak dengan segera. Puluhan warga AS bekerja di perusahaan minyak asing di Basra.

Selain tensi geopolitik, pasar saham AS juga terpengaruh kontraksi yang dialami aktivitas pabrik AS pada Desember.

Dari 11 sektor utama indeks S&P 500, sembilan berakhir di teritori negatif. Indeks sektor perbankan S&P 500 anjlok 1,6 persen usai imbal hasil obligasi AS terjun ke level terendah sejak 12 Desember.

Saham maskapai penerbangan American Airlines dan United Airlines masing-masing tergelincir 5 persen dan 2,1 persen seiring peningkatan tajam yang dialami harga minyak dunia. Saham perusahaan yang bergerak di bidang pertahanan, Northrop Grumman dan Lockheed Martin, sebaliknya mengalami peningkatan, masing-masing sebesar 5,4 persen dan 3,6 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik disebabkan meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Harga emas untuk pengiriman Februari 2020 naik 1 persen menjadi US$1.543,30 per ons.

Peningkatan harga emas berjangka terbatasi menguatnya nilai tukar dolar AS. Indeks dolar AS naik 0,05 persen.

Bursa saham Eropa mengalami pelemahan pada Jumat, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,3 persen, dipicu meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, meningkat 18,10 poin, atau sekitar 0,24 persen, menjadi 7.622,40. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, anjlok 166,79 poin, atau sekitar 1,25 persen, menjadi 13.219,14.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, turun 44,60 poin, atau sekitar 0,46 persen, menjadi 9.646,60. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 2,67 poin menjadi 6.044,16.

Nilai tukar pound sterling melemah 0,5 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3079 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,4 persen menjadi 1,1722 euro per pound.