Menteri BUMN Pastikan Telah Mengantongi Nama Calon Direksi Garuda

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir mengaku telah mengantongi sejumlah nama untuk mengisi jajaran direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Tak terkecuali posisi direktur utama pengganti pemimpin lama, Ari Askhara.

"Garuda Insya Allah direksinya sudah ada dan jajaran komisarisnya masih minggu depan," ujar Erick di kantornya, Jumat, 10 Januari lalu.

Kali ini Erick memilih untuk mematuhi aturan pasar modal terkait keterbukaan informasi untuk menghindari konflik institusi.

"Saya enggak mau cari problem dengan institusi-institusi yang ada, nanti dibilang arogan. Padahal kita itu ingin profesional dan transparan. Saya percaya mekanisme penilaian publik lebih mantap dibanding birokrasi yang kegendutan," kata Erick.

Sejumlah nama kuat pengisi kursi pimpinan perseroan maskapai pelat merah itu sejatinya telah beredar sejak awal Desember 2019. Nama mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, misalnya, menjadi calon yang santer diisukan akan menggantikan Ari.

Jonan dipilih masuk jajaran pemerintahan untuk mengurusi bidang transportasi karena sebelumnya dianggap berhasil memimpin PT Kereta Api Indonesia (Persero). Jonan pertama kali menjabat sebagai Direktur Utama KAI pada 2009.

Ia dipandang moncer lantaran mampu mereformasi manajemen KAI yang semula buntung menjadi untung. Jonan melipatkan aset perseroan dari semula Rp 5,7 triliun pada 2008 menjadi Rp 15,2 triliun pada 2013.

Garuda Indonesia akan menggelar RUPSLB pada 22 Januari 2020 mendatang. Hingga saat ini belum jelas agenda apa saja yang akan dibahas dalam RUPSLB tersebut, namun dipastikan salah satunya adalah penentuan direksi definitif perusahaan.

Sebelumnya,Erick memberhentikan lima Direksi Garuda karena terlibat dalam penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton. Direksi Garuda menyelundupkan motor tersebut di pesawat baru Garuda Airbus A330-900 NEO yang dikirim langsung dari Prancis.

Kelima Direktur yang diberhentikan tersebut adalah; Direktur Utama Ari Askhara, Direktur Teknik dan Layanan Iwan Joeniarto, Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal, dan Direktur Human Capital Heri Akhyar, dan Direktur Operasi Bambang Adisurya Angkasa.

Dengan demikian, saat ini hanya tersisa dua direksi, yaitu Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Fuad Rizal dan Direktur Niaga Pikri Ilham Kurniansyah. Jumat lalu, Dewan Komisaris Garuda Indonesia sudah menetapkan Fuad Rizal, Direktur Keuangan Garuda, sebagai pelaksana tugas direktur utama perseroan.

Fuad Rizal telah ditetapkan sebagai plt dirut. Hal itu menyusul kebijakan Kementerian BUMN yang membebastugaskan Ari Askhara dari jabatan Direktur Utama Garuda Indonesia yang berlaku sejak tanggal 5 Desember 2019.