Terkait Kenaikan Tarif Ojek Online, Menhub : Belum Ada Keluhan

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut belum ada keluhan atas kenaikan tarif ojek online. Pasalnya, kenaikan ini atas permintaan para pengemudi.

"Relatif belum ada (keluhan), kalaupun ada (keluhan) tidak signifikan ya," kata Budi di Jakarta, Selasa, (3/9/2019).

Besaran tarif ojek online tersebut diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 348 Tahun 2019 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi.

“Dari sounding yang kami lakukan tidak ada suatu keberatan yang berarti (soal tarif ojek online),” ungkap Budi.

Kendati begitu, Budi tetap membuka ruang diskusi terkait tarif tersebut jika di kemudian hari nanti ada pihak yang keberatan. Misalnya, keberatan itu datang dari pengemudi atau pun pengguna.

“Kalau ada hal-hal tertentu yang memberatkan, apakah itu pengemudi maupun juga pengguna, kami bisa bicara,” kata Budi.

Menurut dia, seharusnya tidak ada masalah dengan kenaikan tarif ini. Sebab, sebelumnya juga pernah ada kenaikan di beberapa kota dan tidak ada komplain khususnya dari konsumen.

"Jadi dari evaluasi kita, praktis tidak ada tentangan yang signifikan," ujar Budi.

Budi menegaskan kenaikan tarif ini tidak dilakukan secara sewenang-wenang. Menurut dia, dalam menaikkan tarif ini juga sudah mempertimbangkan untung dan rugi untuk pihak pengemudi, penumpang, maupun pemilik aplikasi.

"Tapi karena ini adalah masif untuk masyarakat kami sangat berhati-hati. Termasuk pada aplikator, selama ini justru aplikator yang khawatir kalau dinaikkan itu jumlahnya akan kurang," jelas Budi.

Dalam aturan itu, tarif ojek online dibagi menjadi tiga zona. Zona I untuk wilayah Sumatera, Jawa (tanpa Jabodetabek), dan Bali.

Zona II terdiri dari kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), serta zona III yaitu Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, dan Papua.

Adapun besaran tarif nett untuk Zona I batas bawah adalah Rp 1.850 dan batas atas mencapai Rp 2.300, dengan biaya jasa minimal Rp 7.000 hingga Rp 10.000.

Sementara Zona II batas bawah Rp 2.000 dengan batas atas Rp 2.500, dan biaya jasa minimal Rp 8.000 hingga Rp 10.000.

Untuk Zona III batas bawah Rp 2.100 dan batas atas Rp 2.600 dengan biaya jasa minimal Rp 7.000 sampai Rp 10.000. 

Tarif tersebut diaplikasikan di seluruh wilayah operasi ojol. Saat ini, daerah operasional Grab ada di 224 kota dan Gojek 221 kota.