Indeks Kospi Berakhir Datar

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, berakhir datar pada Selasa (17/9/2019). Angka indeks hanya menguat tipis 0,11 poin menjadi 2.062,33.

Volume perdagangan moderat mencapai 497 saham senilai 4,35 triliun won atau sekitar US$3,65 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 465 berbanding 348.

Indeks Kospi awalnya merosot dalam sesi perdagangan hari ini, seiring berlangsungnya pelemahan di Wall Street sebagai pengaruh terjadinya serangan terhadap dua kilang minyak di Arab Saudi pada Sabtu (14/9/2019) lalu. Angka indeks kemudian bergerak naik dipicu sentimen positif yang berasal dari terus membaiknya hubungan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.     

“Kekhawatiran akan pengaruh buruk melambungnya harga minyak dunia terhadap perekonomian setelah terjadinya serangan drone di Arab Saudi  ertutupi meredanya tensi antara AS dan Tiongkok,” kata Seo Sang-Young, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News. 

Investor ritel membeli saham senilai 97 miliar won, sedangkan investor asing dan institusi masing-masing menjual 79,7 miliar won dan 32,1 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun 0,42 persen dan 0,13 persen. Saham maskapai penerbangan Korean Air dan Asiana Airlines masing-masing merosot 0,62 persen dan 1,83 persen.

Saham perusahaan yang bergerak di industri perminyakan, SK Innovation dan S-Oil, masing-masing melemah 0,87 persen dan 0,98 persen. Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics melambung 7,33 persen.  

Saham perusahaan otomotif berakhir mixed, dengan saham Hyundai Motor terjun 1,56 persen sedangkan saham Hyundai Mobis dan Kia Motors mengalami peningkatan 1,43 persen dan 0,34 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 7,6 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.190,7 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,66 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 21,80 poin, atau sekitar 0,33 persen, menjadi 6.695,30. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura dan Filipina melemah, sedangkan Bursa Thailand, Indonesia, Malaysia, dan Vietnam menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, anjlok 52,64 poin, atau sekitar 1,74 persen, menjadi 2.978,12. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong merosot 379,77 poin, atau sekitar 1,40 persen, menjadi 26.744,78.