Indeks Kospi Meningkat 0,57 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, meningkat 10,90 poin, atau sekitar 0,57 persen, pada Kamis (8/8/2019), menjadi 1.920,61. Volume perdagangan moderat mencapai 762 juta saham senilai 6,56 triliun won atau sekitar US$5,4 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 766 berbanding 97.

Penguatan angka indeks memutus pelemahan yang berlangsung enam sesi beruntun sebelumnya, yang menyebabkan indeks Kospi anjlok 6,3 persen, seiring mencuatnya tensi antara Amerika Serikat dan Tiongkok maupun juga pembatasan ekspor Jepang ke Korea Selatan.

Indeks Kospi bergerak naik hari ini seiring respon positif pasar terhadap langkah yang diambil Tiongkok untuk membatasi pelemahan nilai tukar yuan. Awal pekan ini nilai tukar dolar AS terhadap yuan mencapai 7 yuan per dolar AS, membuat AS menuduh Tiongkok sebagai manipulator mata uang.

“Melambatnya pelemahan nilai tukar yuan terhadap dolar AS memunculkan sentimen positif. Komentar pimpinan The Fed Chicago Charles Evans bahwa kondisi ekonomi global saat ini mendukung terjadinya pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS juga membawa angin segar bagi pasar saham,” kata Suh Sang-Young, analis Kiwoom Securities Company, seperti dikutip Yonhap News.

Hubungan Korea Selatan-Jepang yang sempat meruncing menjadi membaik setelah pemerintah Jepang menyetujui pengiriman produk-produk yang sempat hendak dilarang diekspor ke Korea Selatan. Meski demikian, pembatasan pengiriman produk-produk tertentu ke Korea Selatan masih belum akan dicabut.   

Investor ritel membeli saham senilai 224 miliar won, sedangkan investor institusi dan asing total menjual saham senilai 214 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics merosot 1,3 persen dan saham SK Hynix anjlok 1,4 persen. Saham perusahaan utilitas Korea Electric Power terjun 3,6 persen.

Di sisi lain, saham perusahaan otomotif Hyundai Motor melambung 2,4 persen. Saham perusahaan kimia LG Chem naik 0,8 persen dan saham maskapai penerbangan Korean Air Lines melonjak 1,9 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 0,4 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.214,90 won per dolar AS. “Seiring langkah yang diambil Bank of China untuk mengendalikan nilai tukar yuan, nilai tukar won menguat untuk sesi kedua beruntun terhadap dolar AS,” jelas Jeon Seung-Ji, analis Samsung Futures.

Secara umum bursa saham Asia diwarnai penguatan hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,8 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 48,60 poin, atau sekitar 0,75 persen, menjadi 6.568,10. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Thailand, Indonesia, Vietnam, dan Malaysia menguat, sedangkan Bursa Singapura dan Filipina melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, meningkat 25,87 poin, atau sekitar 0,93 persen, menjadi 2.794,55. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong naik 123,74 poin, atau sekitar 0,48 persen, menjadi 26.120,77.