Deputi BI : Ekonomi RI Tidak Bisa Berharap Dari Ekspor

Foto : Istimewa

Pasardana.idDeputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengakui kinerja ekspor RI sedang melempem. Ini terlihat dari terkontraksinya kinerja ekspor pada kuartal II-2019, ekspor tumbuh negatif 1,81 persen (yoy).

"Kita belum bisa berharap banyak dari ekspor kita dimana ekspor kita juga kemarin masih mengalami pertumbuhan negatif year on year," tukas Destry usai mengucap sumpah jabatan di Gedung Mahkamah Agung (MA), Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu,( 7/8/2019). 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor di kuartal II-2019 tumbuh negatif 1,81 persen yoy dengan kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang secara nominal berjumlah Rp3.963,5 triliun.
 
Pertumbuhan ekspor barang mengalami kontraksi 2,06 persen. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan ekspor barang migas yang turun 30,85 persen. Sementara barang nonmigas tumbuh 2,17 persen.

Pertumbuhan ekonomi domestikyang sedang mengalami morat-marit imbas perlambatan ekonomi global yang menyeret kinerja ekspor. Dalam hal ini, Destry menili pertumbuhan ekonomi tak bisa mengandalkan ekspor.
 
Menurut Destry, penurunan kinerja ekspor utamanya disebabkan oleh eskalasi perang dagang AS-Tiongkok yang msih berlanjut.

"Adanya perang dagang, pertumbuhan ekonomi global yang melambat, itu sedikit banyak memengaruhi ekspor kita," ungkap dia. 

Ke depan, kata Destry, Bank Indonesia bersama pemerintah berkomitmen untuk mendiversifikasi ekspor dan meningkatkan pertumbuhan di pasar-pasar konvensional. 

"Kita sebenarnya punya potensi di ekonomi domestik, dari konsumsi masyarakat dan investasi. Konsumsi masyarakat dan investasi menyumbang cukup signifikan dalam perekonomian kita," tandas Destry.