Indeks Kospi Anjlok 1,51 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, anjlok 29,48 poin, atau sekitar 1,51 persen, pada Selasa (6/8/2019), menjadi 1.917,50 yang merupakan angka penutupan terendah sejak 29 Februari 2016.

Volume perdagangan mencapai 730 juta saham senilai 7,1 triliun won atau sekitar US$5,8 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 693 berbanding 160.  

Setelah sempat mencapai angka 1.891,81, indeks Kospi mengalami rebound berkat aksi beli yang dilakukan investor institusi. Pembelian investor institusi mencapai saham senilai 1,03 triliun won, sedangkan investor asing dan individu total menjual saham senilai 1,05 triliun won.

Namun pembelian yang dilakukan investor institusi tidak menghindarkan indeks Kospi dari berakhir di teritori negatif untuk sesi kelima beruntun, seiring mencuatnya tensi antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

“Setelah terjadi penurunan tajam, investor institusi melakukan aksi beli sehingga pelemahan indeks Kospi menjadi terbatas hari ini,” jelas Kim Yong-Koo, analis Hana Financial Corporation, seperti dikutip Yonhap News.

Menurut Kim, pasar saham Korea Selatan masih akan terus dibayangi pelemahan untuk ke depannya seiring masih berlarutnya ketidakpastian di kalangan para investor.

Dalam upaya menstabilkan sentimen pasar, pemerintah Korea Selatan menyatakan akan melakukan intervensi. “Kami akan melakukan langkah yang cepat dan drastis untuk menstabilkan pasar keuangan ketika volatilitas melanda,” kata Bang Ki-Sun, Wakil Menteri Ekonomi dan Keuangan Korea Selatan.

Wakil Kepala Financial Services Commission Sohn Byung-Doo dalam kesempatan terpisah menyebutkan pemerintah Korea Selatan telah mempertimbangkan seluruh opsi meminimalisasi dampak berlarutnya perang dagang AS-Tiongkok.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics merosot 1 persen, sedangkan saham SK Hynix terjun 4,5 persen. Saham perusahaan kimia LG Chem anjlok 1,7 persen dan saham maskapai penerbangan Korean Air Lines tergelincir 2,4 persen.

Nilai tukar won terhadap dolar AS tidak berubah dari sesi sebelumnya, tetap di kisaran 1.215,30 won per dolar AS berkat rencana intervensi pemerintah Korea Selatan. Nilai tukar tersebut merupakan nilai tukar terendah sejak 9 Maret.   

Secara umum bursa saham Asia melemah hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,75 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia terjun 162,20 poin, atau sekitar 2,44 persen, menjadi 6.478,10. Bursa saham di Asia Tenggara diliputi sentimen negatif hari ini, termasuk juga di Indonesia.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, merosot 43,94 poin, atau sekitar 1,56 persen, menjadi 2.777,56. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong melemah 175,08 poin, atau sekitar 0,67 persen, menjadi 25.976,24.