Indeks Kospi Melonjak 1,05 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melonjak 20,35 poin, atau sekitar 1,05 persen, pada Selasa (20/8/2019), menjadi 1.960,25. Volume perdagangan moderat mencapai 457 juta saham senilai 4 triliun won atau sekitar US$3,31 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 627 berbanding 192.

Indeks Kospi menguat untuk sesi kedua beruntun dipicu langkah stimulus yang diambil pemerintah Tiongkok dan Jerman. “Penyesuaian suku bunga acuan yang dilakukan Tiongkok dan paket stimulus US$55 miliar Jerman membantu meredakan kekhawatiran akan terjadinya resesi,” kata Kim Hoon-Gil, analis Hana Financial Investment, seperti dikutip Yonhap News.

"Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tentang pemotongan pajak pendapatan sebesar 10 persen juga menjadi sentimen positif bagi pasar saham,” ungkap Kim.

Pemerintah AS telah memperpanjang sela waktu bagi perusahaan telekomunikasi Tiongkok Huawei Technologies untuk melakukan pembelian komponen dari perusahaan-perusahaan AS selama 90 hari. Langkah ini bertujuan untuk meredakan ketegangan antara kedua negara dan mendapat sambutan positif dari para investor.

Investor asing membeli saham senilai 113 miliar won, mengakhiri rentetan aksi jual 13 sesi beruntun yang sebelumnya berlangsung. Investor institusi dan ritel masing-masing menjual saham senilai 70 miliar won dan 60 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics melonjak 1,97 persen, sedangkan saham perusahaan operator portal internet Naver melambung 4,68 persen. Saham perusahaan kimia LG Chem naik 0,93 persen dan saham perusahaan telekomunikasi SK Telecom meningkat 0,65 persen.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor sebaliknya merosot 1,17 persen. Saham Kia Motors anjlok 1,26 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 2,9 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.208 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,53 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia melonjak 77,60 poin, atau sekitar 1,20 persen, menjadi 6.545. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Thailand, Indonesia, Malaysia, dan Vietnam menguat, sedangkan Bursa Filipina melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 3,09 poin, atau sekitar 0,11 persen, menjadi 2.880. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong melemah 60,30 poin, atau sekitar 0,23 persen, menjadi 26.231,54.