Indeks Nikkei Merosot 1,11 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, merosot 229,38 poin, atau sekitar 1,11 persen, pada Selasa (13/8/2019), menjadi 20.455,44. Indeks Topix juga merosot, sebesar 1,15 persen menjadi 1.486,57.

Indeks Nikkei, seperti dilansir Reuters, merosot seiring berlarutnya tensi antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Presiden AS Donald Trump pekan lalu mengatakn ia tidak siap membuat kesepakatan dengan Tiongkok dan tidak menjamin akan berlangsungnya perundingan antara kedua negara pada bulan depan.

Sentimen pasar juga terpengaruh berlanjutnya aksi demonstrasi di Hong Kong, yang bahkan menyebabkan bandara di negara tersebut tidak beroperasi pada Senin (12/8/2019).

Dari 33 subindeks Topix, 32 di antaranya berakhir di teritori negatif. Indeks sektor minyak dan batu bara, besi dan baja, maupun juga pertambangan masing-masing terjun 4,5 persen, 2,9 persen, dan 2,8 persen.

Menguatnya nilai tukar yen terhadap dolar AS berpengaruh buruk terhadap saham-saham perusahaan Jepang yang berorientasi ekspor.

Nilai tukar dolar AS terhadap yen berada di kisaran 105,43 yen per dolar AS. Saham Subaru Corporation dan TDK Corporation masing-masing terjun 3,6 persen dan 3,1 persen.

Saham perusahaan ban Bridgestone tergelincir 3,2 persen setelah memperkirakan perolehan laba tahunan sampai Desember 2019 akan mengalami penurunan 1 persen menjadi 290 miliar yen atau sekitar US$2,75 miliar (Rp39,4 triliun), akibat melemahnya permintaan di AS.

Saham JFE Holdings turun tajam 6,3 persen usai mencatatkan penurunan laba operasional sebesar 63 persen pada periode April-Juni 2019. Saham perusahaan manufaktur LCD Japan Display anjlok 7,1 persen setelah mencatatkan kerugian untuk 10 kuartal beruntun akibat rendahnya penjualan iPhone produksi Apple Inc.