Indeks Kospi Turun 0,85 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 16,46 poin, atau sekitar 0,85 persen, pada Selasa (13/8/2019), menjadi 1.925,83. Volume perdagangan moderat mencapai 646 juta saham senilai 4,22 triliun won atau sekitar US$3,4 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 512 berbanding 329.  

Indeks Kospi turun seiring berlarutnya tensi antara Amerika Serikat dan Tiongkok membuat kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi global mencuat. Sentimen pasar juga terpengaruh situasi tidak kondusif di Hong Kong akibat terus berlanjutnya aksi demonstrasi di negara tersebut.

“Berlarutnya perang dagang berpengaruh negatif terhadap perusahaan Korea Selatan yang mengandalkan ekspor,” kata Seo Sang-Young, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.

“Memburuknya situasi di Hong Kong dapat berdampak ke pasar saham Asia karena Hong Kong merupakan pusat keuangan di kawasan ini,” jelas Park Sang-Hyun, analis Hi Investment & Securities.

Investor ritel membeli saham senilai 155 miliar won, sedangkan investor institusi dan asing masing-masing menjual saham senilai 4 miliar won dan 174 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics anjlok 1,6 persen, sedangkan saham LG Electronics merosot 1,16 persen. Saham SK Hynix tidak mengalami perubahan dari sesi sebelumnya.

Saham perusahaan otomotif melemah, dengan saham Hyundai Motor dan Hyundai Mobis masing-masing anjlok 1,53 persen dan 1,47 persen. Saham Kia Motors tak berubah dari sesi sebelumnya.

Saham perusahaan baja POSCO anjlok 1,44 persen. Saham perusahaan kimia LG Chem tergelincir 1,59 persen.

Nilai tukar won melemah ke level terendah dalam tiga tahun terakhir terhadap dolar AS, turun 6 won menjadi 1.222,20 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia melemah hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 1,25 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 21,80 poin, atau sekitar 0,33 persen, menjadi 6.568,50. Bursa saham di Asia Tenggara diliputi sentimen negatif, termasuk juga di Indonesia.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 17,73 poin, atau sekitar 0,63 persen, menjadi 2.797,26. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong anjlok 543,42 poin, atau sekitar 2,10 persen, menjadi 25.281,30.