Diminta Perbesar Aset, Anak Usaha BUMN Tunda IPO

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Beberapa anak usaha Badan usaha Milik Negara (BUMN) memilih untuk menunda penggalangan dana melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) hingga tahun depan.

Langkah itu diambil untuk memperbesar aset perusahaan dan memastikan untuk mendapat raihan dana IPO dalam jumlah ‘jumbo’.

Kepala Riset Ekuitas BNI Sekuritas, Kim Kwie Sjamsudin mengatakan, fenomena penundaan IPO oleh anak usaha BUMN ditenggarai karena dalam proses pembesaran aset perusahaan tersebut terlebih dahulu.

“Kabarnya mereka (anak usaha BUMN) diminta untuk perbesar aset terlebih dahulu, agar saat IPO dapat meraih dana dalam jumlah jumbo,” kata dia di Jakarta, Senin (12/8/2019).

Ia memahami langkah tersebut, karena dengan raihan dana jumbo maka dapat dipastikan anak usaha tersebut tidak melakukan aksi korporasi dengan melepas saham baru seperti right issue dalam waktu dekat.

“Kalau sudah dapat dana Jumbo, kan tidak perlu right issue dalam waktu dekat. Investor juga perhatian kalau baru setahun IPO sudah right issue berpotensi terdilusi,” kata dia.

Sementara menurut seorang sumber dari Pasardana.id, mengatakan bahwa Kementerian BUMN menginginkan, setiap anak usaha BUMN IPO harus meraih dana minimal Rp1 triliun.

Untuk diketahui, dari 16 calon emiten yang ada tidak satu pun datang dari anak usaha BUMN. Adapun salah satu anak usaha BUMN yang akan menunda rencana IPO adalah Rumah Sakit Pelni.