Rupiah yang Stabil dan Aksi Beli Investor Dorong Turunnya Harga SUN Diperdagangan Rabu Kemarin

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Nilai tukar rupiah yang cenderung stabil serta aksi beli pelaku pasar mendukung penurunan imbal hasil Surat Utang Negara di tengah penurunan imbal hasil surat utang global pada perdagangan di hari Selasa, tanggal 3 Juli 2019 kemarin.

Dalam riset yang dirilis Kamis (04/7/2019), analis fixed income MNC Securities, I Made Adi Saputra mengungkapkan, pergerakan imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) yang mengalami penurunan pada perdagangan kemarin (03/7), didukung oleh stabilnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika di tengah mata uang regional yang cenderung mengalami penguatan terhadap dollar Amerika seiring adanya potensi penurunan suku bunga baik di tingkat global maupun domestik sehingga mendorong meningkatnya permintaan akan safe haven asset.

“Investor terlihat aktif melakukan pembelian Surat Utang Negara di pasar sekunder sehingga mendorong terjadinya penurunan imbal hasilnya,” jelas I Made.

Lebih rinci diungkapkan, perubahan tingkat imbal hasil cenderung mengalami penurunan dimana perubahan imbal hasil yang cukup besar terjadi pada tenor pendek dan menengah.

Imbal hasil Surat Utang Negara dengan tenor pendek (1-4 tahun) mengalami rata-rata penurunan sebesar 2 bps dengan adanya kenaikan harga hingga sebesar 5 bps.

Sementara itu, imbal hasil Surat Utang Negara dengan tenor menengah (5-7 tahun) yang mengalami penurunan berkisar antara 0,6 - 2,2 bps dengan adanya kenaikan harga hingga yang berkisar antara 2,4 hingga 12,4 bps dan imbal hasil Surat Utang Negara dengan tenor panjang (di atas 7 tahun) yang sebagian besar bergerak dengan mengalami penurunan hingga 8 bps setelah didorong oleh adanya kenaikan harga hingga sebesar 60 bps.

Selain itu, penurunan imbal hasil juga didorong oleh masih berlanjutnya akumulasi pembelian oleh investor asing dimana pada awal bulan Juli 2019, investor asing mencatatkan pembelian bersih Surat Utang Negara senilai Rp1,61 triliun.

Sehingga kombinasi dari kedua faktor tersebut mendorong terjadinya penurunan imbal hasil Surat Utang Negara seri acuan dengan tenor 5 tahun sebesar 1 bps di level 6,828%.

Adapun untuk tenor 10 tahun mengalami penurunan sebesar 2 bps di level 7,336%, sementara itu untuk tenor 15 tahun mengalami penurunan sebesar 3,6 bps di level 7,632%.

Sedangkan untuk tenor 20 tahun mengalami penurunan imbal hasil sebesar 1,6 bps di level 7,912%.

Sementara itu, dari perdagangan Surat Utang Negara dengan denominasi mata uang dollar Amerika, tingkat imbal hasilnya masih terlihat mengalami penurunan seiring dengan penurunan imbal hasil surat utang global.

Imbal hasil dari INDO24 terlihat mengalami penurunan sebesar 1 bps di level 2,951% dengan kenaikan harga sebesar 4 bps.

Adapun imbal  hasil dari INDO29 mengalami penurunan sebesar 4 bps di level 3,316% setelah mengalami kenaikan harga sebesar 34 bps.

Sementara itu, imbal hasil INDO44 mengalami penurunan sebesar 1,2 bps di level 4,265% didorong kenaikan harga sebesar 23 bps.