ANALIS MARKET (30/7/2019) : Indeks Diproyeksi Mixed, Pasar Menantikan Kebijakan Moneter BoJ dan The Fed

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian NH Korindo Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (29/7), IHSG ditutup melemah lataran sektor barang konsumsi menurun. Adapun sector perdagangan yang menjadi JCI’s Top Losers, yaitu: Consumer (-1.5%), Trade(-1.2%), dan Basic Industries (-1.0%).

Sedangkan INNI index melemah 0,33% senada dengan kinerja IHSG, ditekan oleh saham sektor perdagangan, seperti UNTR (-3,6%).

Penurunan penjualan alat berat komatsu hingga 20,13% menjadi 1.917 unit pada paruh pertama 2019 melemahkan UNTR.

Lebih lanjut, riset menyebutkan, diperdagangan kemarin (29/7), IHSG mencatatkan net sell mencapai Rp280 miliar yang merupakan reli net sell selama 9 hari berturut-turut.

Mayoritas bursa saham Asia ditutup melemah lantaran pelaku pasar mempertahankan aksi wait-and-see sementara mereka menantikan keputusaan FOMC pada (31/07).

Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 0,11%.

Adapun Investor domestik mencatatkan net buy Rp103 miliar di sektor infrastruktur dan Rp54 miliar di sektor perbankan.

Di sisi lain, Dow Jones ditutup menguat 0,11% ke level 27.221 ditopang oleh penguatan saham Johnson & Johnson (+1,75%) dan Apple (+0,93%).

Pelaku pasar masih menunggu progres negosiasi dagang antara pejabat AS dan Tiongkok di Beijing pada (04/08) dan menantikan keputusan kebijakan moneter bank sentral, yaitu BoJ yang diumumkan hari ini dan The Fed pada Rabu (31/07).

Selain itu, London bersiap untuk meninggalkan Uni Eropa pada 31 Oktober tanpa kesepakatan (hard Brexit) sejalan dengan asumsi bahwa Uni Eropa tidak akan menegosiasikan kembali kesepakatan Brexit.

“Pasar menantikan kebijakan moneter BoJ dan The Fed,” sebut analis NH Korindo Sekuritas dalam riset yang dirilis Selasa (30/7/2019).