Indeks Kospi Anjlok 1,78 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, anjlok 36,78 poin, atau sekitar 1,78 persen, pada Senin (29/7/2019), menjadi 2.029,48 yang merupakan angka penutupan terendah sejak 29 Mei lalu. Angka indeks telah merosot empat sesi beruntun.

Volume perdagangan mencapai 596 juta saham senilai 4,62 triliun won atau sekitar US$3,9 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 798 berbanding 74.

Para investor mengkhawatirkan kemungkinan pengecualian Korea Selatan dari daftar importir yang dapat dipercaya Jepang. Pemerintah Jepang diperkirakan akan mengumumkan daftar final pada Jumat (2/8/2019).

“Angka indeks juga terpengaruh aksi ambil untung yang dilakukan para investor memanfaatkan reli yang sebelumnya dialami saham perusahaan produsen chip,” kata Seo Sang-Young, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing terjun 2,23 persen dan 3,51 persen. Saham LG Display turun 0,95 persen.

Saham perusahaan otomotif juga melemah, dengan saham Hyundai Motor, Hyundai Mobis, dan Kia Motors masing-masing anjlok 1,92 persen, 1,22 persen, dan 1,72 persen.

Saham perusahaan kilang minyak SK Innovation dan S-Oil masing-masing tergelincir 2,31 persen dan 1,4 persen. Saham perusahaan kimia LG Chem tak berubah dari sesi sebelumnya.

Saham perusahaan biofarmasi Celltrion dan Samsung BioLogics masing-masing turun 3,24 persen dan 0,91 persen. Saham perusahaan teknik Samsung Engineering sebaliknya melambung 4,21 persen berkat positifnya perolehan laba kuartal II 2019.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 1,30 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.183,50 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia melemah hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,68 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 32,40 poin, atau sekitar 0,48 persen, menjadi 6.825,80. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Filipina, Indonesia, dan Malaysia melemah, sedangkan Bursa Vietnam menguat. Bursa Thailand tutup sehubungan berlangsungnya libur perayaan hari ulang tahun Raja Thailand Maha Vajiralongkorn.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 3,53 poin, atau sekitar 0,12 persen, menjadi 2.941,01. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong merosot 291,33 poin, atau sekitar 1,03 persen, menjadi 28.106,41.