Volume SUN Diperdagangan Selasa Kemarin Senilai Rp13,14 Triliun dari 43 Seri

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian fixed income MNC Securities yang dirilis Rabu (24/7/2019) menyebutkan, volume perdagangan Surat Utang Negara (SUN) yang dilaporkan pada perdagangan kemarin (23/7), mengalami penurunan dibandingkan dengan volume perdagangan sebelumnya (22/7), yaitu tercatat senilai Rp13,14 triliun dari 43 seri Surat Utang Negara yang diperdagangkan.

Adapun volume perdagangan Surat Utang Negara seri acuan yang dilaporkan tercatat senilai Rp2,94 triliun.

Obligasi Negara seri FR0078 menjadi Surat Utang Negara dengan volume perdagangan terbesar, senilai Rp2,11 triliun dari 96 kali transaksi di harga rata - rata 107,30% yang diikuti oleh perdagangan Obligasi Negara seri FR0074 senilai Rp499,65 miliar dari 24 kali transaksi di harga rata - rata 99,13%.

Adapun volume perdagangan dari Surat Berharga Syariah Negara terbesar didapati pada Project based Sukuk seri PBS014 sebesar Rp2,69 triliun dari 18 kali perdagangan dan diikuti oleh seri PBS003 dan PBS024 dengan volume yang sama besar yaitu senilai Rp1,00 triliun untuk 2 kali perdagangan.

Sementara itu, dari perdagangan obligasi korporasi, volume perdagangan yang dilaporkan senilai Rp1,42 triliun dari 41 seri obligasi korporasi yang diperdagangkan.

Obligasi Berkelanjutan III Indosat Tahap II Tahun 2019 Seri A (ISAT03ACN2) menjadi obligasi korporasi dengan volume perdagangan terbesar, senilai Rp279,00 miliar dari 5 kali transaksi di harga 99,98% dan diikuti oleh perdagangan Sukuk Indosat Tahap II Tahun 2019 Seri C (SIISAT03CCN2) senilai Rp250,00 miliar dari 1 kali transaksi di harga rata - rata 100,00%.

Sedangkan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika ditutup pada level 13985,00 per dollar Amerika, mengalami pelemahan dibandingkan dengan level penutupan sebelumnya dan bergerak melemah sepanjang sesi perdagangan  pada kisaran 13955,00 hingga 13987,00 per dollar Amerika.

Nilai tukar rupiah bergerak melemah seiring dengan sebagian besar pelemahan mata uang regional terhadap dollar Amerika, dimana pada perdagangan kemarin, mata uang Mata uang Rupiah Indonesia (IDR) memimpin pelemahan mata uang regional sebesar 0,28% yang diikuti oleh Yen Jepang (JPY) dan Baht Thailand (THB) masing-masing sebesar 0,22% dan 0,21%.

Adapun mata uang Renminbi China (CNY)  merupakan satu-satunya mata uang regional yang mengalami penguatan yaitu sebesar 0,03% terhadap Dollar Amerika.