Nomura Kurangi Transaksi, Merril dan Deutsche Sekuritas Akan Mundur Jadi AB

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Dua perusahaan sekuritas dengan afiliasi asing yakni Deutsche Sekuritas Indonesia dan Merrill Lynch Sekuritas Indonesia akan mengembalikan kursi anggota bursa (AB) dalam waktu dekat ini.

Hal itu disampaikan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa (AB) Bursa Efek Indonesia (BEI), Laksono W Widodo di Jakarta, Rabu (24/7/2019).

“Merrill Lynch sementara menutup operasinya dan akan mengembalikan keanggotaan bursanya pada akkhir bulan ini, Proses audit sudah dilakukan dan tinggal administrasi saja,” kata dia.

Ia menambahkan, AB dengan kode perdagangan ML ini dalam satu tahun kedepan diberi kesempatan untuk menjual kursi AB-nya kepada pihak lain. Jika dalam satu tahun tidak ditemukan pembeli maka BEI akan melelang posisi itu kepada pihak lain.

“Jika dalam enam bulan tidak ditemukan pembeli maka BEI akan membeli kembali saham ML dengan harga nilai buku,” kata dia.

Sedangkan Deutsche Sekuritas Indonesia, jelas dia, tengah menunggu keputusan manajemen induk untuk mengembalikan keanggotaannya di BEI. Hal itu sejalan dengan kebijakan induk usaha AB yang mundur dari kegiatan perantara efek bersifat ekuitas di seluruh wilayah kerjanya.

“Kita belum tahu mereka akan mundur kapan, bisa tiga bulan lagi atau sebelumnya. Tapi secara bisnis di Indonesia, mereka (DB) cukup bagus tapi pusatnya yang bermasalah,” jelas dia.

Sedangkan nasib Nomura Sekuritas, lanjut dia, tetap aktif dengan enam fungsi AB. Hanya saja, AB dengan kode perdagangan FG itu merampingkan organisasinya sebagai kebijakan induknya.

“Karena perampingan organisasi maka aktifitas perdagangan juga akan berkurang secara nilainya,” jelas dia.

Untuk diketahui, FG pada bulan Juli 2019 memiliki Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) rata-rata sebesar Rp355,6 miliar dan nilai transaksi pada April 2019 tercatat sebesar Rp2,3 triliun.

Sedangkan ML, pada bulan Juli 2019 mencatatkan MKBD rata-rata sebesar Rp255,1 miliar dan transaksi pada April 2019 sebesar Rp4,6 triliun. Pada kuartal I 2019, ML mencatatkan laba bersih sebesar Rp8,56 miliar atau naik 33,96% dibanding kuartal I 2018 yang tercatat sebesar Rp6,39 miliar.

Adapun DB memiliki MKBD sebesar Rp338,5 miliar dan transaksi Rp8,7 triliun. Pada kuartal I 2019, laba bersih tercatat sebesar Rp5,745 miliar atau naik 85,5% dibanding kuartal I 2018 sebesar Rp3,097 miliar.