Jokowi Kritik Progress PLTSa Yang Belum Juga Selesai

Foto : istimewa

Pasardana.id - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa Indonesia saat ini menjadi penghasil sampah terbesar nomor 2 di dunia. Dia menyebut, penanggulangan sampah di darat harus segera diselesaikan karena Indonesia punya PR lain berupa sampah di laut (marine debris).

Berdasarkan data terakhir Kementerian ESDM menyebut, ada 12 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dengan total kapasitas 234 megawatt (MW) yang sudah masuk dalam pipeline. Dua diantaranya ditargetkan beroperasi tahun ini, yaitu PLTSa di Surabaya dan Bekasi.

Namun demikian, mantan wali kota Solo itu malah melontarkan kritik tajam terkait progres pembangkit listrik tenaga sampah (PTSa). Pasalnya, hingga saat ini, belum ada satupun PLTSa itu yang beroperasi.

Presiden mengatakan, isu PTLSa sudah dibahas dalam rapat terbatas (ratas) hingga enam kali. Bahkan, rencana tersebut sudah muncul sejak dirinya menjadi gubernur DKI, bahkan wali kota Solo.

"Sampai sekarang, sampai hari ini saya belum mendengar ada progres yang sudah nyata dan sudah jadi," ujar Presiden saat ratas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Presiden mengaku heran mengapa progres PLTSa begitu lambat. Dia beberapa kali memperoleh laporan soal sumber masalahnya ada di Kementerian ESDM dan PT PLN (Persero).

"Ada yang menyampaikan, masalahnya PLN-nya yang lamban. Ada yang menyampaikan di ESDM-nya belum beres," ujar dia.

Pria asal Solo itu menekankan persoalan PLTSa bukan sekadar menjadikan sampah sebagai sumber energi listrik, melainkan upaya untuk menanggulangi sampah.

"Ini bukan urusan listriknya, yang mau kita selesaikan ini urusan sampahnya, jadi listrik itu adalah ikutannya," tandas Presiden.