Indeks Kospi Merosot 0,91 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, merosot 18,95 poin, atau sekitar 0,91 persen, pada Rabu (17/7/2019), menjadi 2.072,92. Volume perdagangan mencapai 752 juta saham senilai 4,55 triliun won atau sekitar US$3,85 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 677 berbanding 174.

Indeks Kospi melemah mengikuti pergerakan saham di Wall Street yang terpengaruh rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menerapkan tarif baru terhadap produk impor senilai US$325 miliar, atau sekitar Rp4.500 triliun, dari Tiongkok.

“Pernyataan negatif Trump menambah ketidakpastian di pasar saham Korea Selatan,” kata Seo Sang-Young, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Bank of Korea diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pekan ini, meski tidak tertutup kemungkinan penurunan suku bunga akan terjadi di masa depan untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi Negeri Ginseng.

Investor institusi mejual saham senilai 86,2 miliar won, sedangkan investor asing dan ritel masing-masing membeli saham senilai 32,8 miliar won dan 60,5 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronicster dan SK Hynix masing-masing terjun 1,71 persen dan 1,97 persen. Saham perusahaan biofarmasi Celltrion dan Samsung BioLogics juga melemah secara signifikan, masing-masing tergelincir 2,12 persen dan 2,88 persen.

Di sisi lain, saham perusahaan otomotif berakhir di teritori positif. Saham Hyundai Motor, Hyundai Mobis, dan Kia Motors masing-masing meningkat 0,38 persen, 1,30 persen, dan 1,31 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 3,7 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.181,30 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi pelemahan hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,25 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 32,30 poin, atau sekitar 0,49 persen, menjadi 6.673,30. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Indonesia, dan Malaysia melemah, sedangkan Bursa Thailand, Filipina,dan Vietnam menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 5,92 poin, atau sekitar 0,20 persen, menjadi 2.931,69. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong melorot 26,45 poin, atau sekitar 0,10 persen, menjadi 28.593,17.