ANALIS MARKET (17/7/2019) : Ada Potensi Rupiah Melemah Menuju Kisaran Antara Rp.13.950 - Rp.14.000 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ‘merah’, indikasi potensi koreksi indeks di bursa Asia hari ini, Rabu (17/7/2019), ditambah dengan turunnya indeks di bursa AS semalam dan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini.

Sementara mata uang kuat Asia yen dan HK dolar pagi ini dibuka melemah terhadap USDolar yang bisa menjadi sentimen melemahnya rupiah hari ini.

“Ada potensi rupiah melemah menuju kisaran antara Rp.13.950 - Rp.14.000 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam riset yang dirilis Rabu (17/7/2019).

Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti Realisasi APBN 2019 per Juni 2019 yang mencatat penerimaan Negara sebesar Rp.898,76 triliun (41,5% dari pagu), dan belanja Negara sebesar Rp.1.034,5 triliun (42% dari pagu).

Secara nominal kinerja Juni 2019 ini lebih besar dibandingkan dengan kinerja pada Juni 2018, alhasil defisit anggaran tercatat juga lebih besar, menjadi Rp.135,7 triliun dari Rp.110,6 triliun.

Kendati demikian, kami perkirakan pemerintah akan bisa menjaga defisit APBN 2019 sebesar 1,84% dari PDB. 

Sementara dari eksternal, Presiden Trump kembali memberi pernataan terkait perang dagang AS-China.

Negosiasi akan berjalan lama dan kemungkinan Trump bisa menerapkan tariff terhadap barang impor China senilai US$325 miliar.

Pasar saham AS kompak terkoreksi semalam di tengah data penjualan ritel dan indeks perumahan tercatat naik diatas ekspektasi konsensus.