OJK: Pinjam Uang ke Fintech Mudah, Tapi Jangan Berlebihan

foto: istimewa

Pasardana.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tak hanya menegur dan mengurusi fintech P2P lending ilegal yang kerap memberi bunga tinggi sehingga memberatkan masyarakat. OJK juga mengingatkan agar masyarakat tak berlebihan memanfaatkan kemudahan mendapat pinjaman dari fintech.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat menghadiri seminar "Mencari Format Fintech Yang Ramah Konsumen" OJK Watch di Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Wimboh menerangkan, ada saja masyarakat yang melakukan pinjaman secara berlebihan dengan mengakses lebih dari 20 fintech.

“Tapi nanti giliran penagihan, masyarakat itu sendiri yang kerepotan,” tutur Wimboh.

Untuk itu, Wimboh mengingatkan agar masyarakat lebih bijak dalam mengakses pinjaman dari fintech. Tentu saja, fintech yang dipilih masyarakat harus lah yang terdaftar dan berizin OJK.

Awal Juli ini, Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi mencatat, 683 entitas fintech lending tidak berizin dan terdaftar di OJK.

Sehingga total penemuan fintech lending ilegal mencapai 1.087 entitas.