Meski Transaksi Meningkat, Laba BEI 2018 Turun 14,51%

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,35 triliun pada tahun 2018 atau meningkat 12,6% dari di tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp1,20 triliun.

Secara keseluruhan, jumlah total pendapatan operator pasar modal itu tercatat sebesar Rp1,53 triliun atau meningkat 5,74% dari tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp1,45 triliun.

Namun dari sisi laba bersih tahun buku 2018 tercatat 'hanya' sebesar Rp265 miliar atau turun 14,51% dibanding tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp310,65 miliar.

Menurut Sekretaris Perusahaan BEI, Julianto Adi Sadono, bahwa pada tahun 2018 beban perusahaan meningkat 12,33% dari tahun 2017.

“Kenaikan beban ini dipengaruhi oleh kenaikan biaya penyusutan, seiring adanya Pembaruan Sistem Perdagangan dan Data Centre baru,” tulis Aji dalam siaran pers, Rabu (26/6/2019).

Dijelaskan, peningkatan pendapatan ditopang rata-rata transaksi saham, yakni peningkatan pada nilai transaksi sebesar 18%, frekuensi sebesar 14%, dan volume sebesar 29%.

Sedangkan dari segi Perusahaan Tercatat, BEI berhasil memfasilitasi 57 Perusahaan Tercatat Baru pada tahun 2018. Kondisi ini merupakan rekor dan pencapaian tertinggi sejak privatisasi bursa efek dalam 26 tahun terakhir.

Lebih lanjut diungkapkan, di 2018, BEI membukukan nilai total aset sebesar Rp6,8 triliun atau mengalami penurunan 18% dari tahun 2017, yang dipengaruhi oleh adanya penurunan piutang penyelesaian transaksi bursa sebesar 44,81%.

Adapun total kewajiban perusahaan (liabilitas) tercatat sebesar Rp2,9 triliun atau turun 38% dimana komponen utama penurunan berasal dari liabilitas penyelesaian transaksi Bursa.

Sementara itu, total ekuitas Perusahaan pada 2018, tercatat sebesar Rp3,8 triliun atau mengalami kenaikan 7,5% dibandingkan tahun sebelumnya (2017).